HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1513) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (59) Internasional (72) Kasus (20) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (12) KPUD (1) kriminal (57) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (48) Perkebunan (1) Pertamina (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

ANCAM GOLPUT PEMILU TAHUN 2024 JIKA TUNTUTAN MASYARAKAT KETUNGAU TENGAH TAK TERPENUHI


Foto : Masyarakat Ketungau Melakukan Aksi Damai


Sintang Kalbar - Masyarakat Perbatasan Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang  Kalimantan Barat melakukan Aksi Damai pada 8 Desember 2022 berlokasi tepatnya di Jembatan Ketungau 2, Dimana Pada saat ini Jembetan Ketungau 2 yang dibangun Pada Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, lalu sampai ditahun 2022 ini tidak dapat difungsikan karna diduga anggaran di Korupsi hingga jembatan tersebut Mangkrak.

Pada Aksi Damai Warga Ketungau Tengah Witri Bersama Masyarakat Aksi menyampaikan pada Orasi  Intervensi pemerintah di kawasan perbatasan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat adalah salah satu nya membangun infrastruktur dasar  seperti jembatan ketungau 2 yang terletak dikecamatan ketungau tengah Kabupaten sintang provinsi Kalimantan Barat, yang peletakan batu pertama, dilakukan secara langsung oleh bupati sintang JAROT WINARNO, didampingi Oleh ketua dan wakil ketua DPR D,MURJANI selaku kepala dinas PU,beserta para pimpinan OPD Kabupaten sintang,dan di saksikan oleh warga masyarakat kecamatan ketungau tengah, tepat nya pada 2017 lalu dan dalam sambutan nya,bupati mengatakan: rencana nya akan di resmikan pada tahun 2019", kata Witri.

"Namun apa daya,ibarat kata pepatah: ingin memeluk gunung tangan tak sampai,sekitar 27 milyar Rupiah,dana yang bersumber dari retribusi dan pajak ( uang rakyat ) telah terkuras,untuk membiayai proyek jembatan ini,dan sampai penghujung tahun 2022 ini,proyek tersebut terbengkalai alias di duga mangkrak,sehingga mendapatkan sorotan dan memunculkan berbagai spekulasi beragam di masyarakat", kata Witri kembali.

Maka kami dengan secara sadar dan tergerak hati, Pada hari ini 8 desember 2022, masyarakat kecamatan ketungau tengah yang tergabung dari 18 desa, secara kompak melakukan aksi pernyataan sikap atas terbengkalai nya pengerjaan proyek ini, sudah beberapa kali kita dengar info bahwa ada pernah datang tim yang memeriksa jembatan ini, Sampai hari ini kita tidak pernah mendengar tindak lanjutnya, Seperti apa Kelanjutan Prmbangunan Jembatana Ketungau 2, Dan ada apa ini sebenarnya?", sindir  pak witri salah satu tokoh masyarakat yang juga peserta aksi Di Jembatan Nanga Merakai.

Witri bersama Masyarakat Aksi Damai  juga menambahkan, "Setelah di adakan aksi ini harus ada respon dalam tempo 7 x 24 jam, jika tidak ada respon maka kami akan turunkan massa lebih banyak lagi, dan akan menduduki kantor bupati dan DPRD Kabupaten sintang, Sebagai koordinator Aksi beserta tokoh-tokoh masyarakat menyampaikan  pernyataan sikap, Yaitu mendukung dan mendesak aparat penegak hukum, supaya segera memproses dan menetapkan tersangka, kepada oknum-oknum yang di duga secara terorganisir terstruktur dan masiv telah merugikan keuangan negara dan rakyat atas pengerjaan proyek jembatan ini, secara tegas dan tidak pandang bulu, Segera melakukan pengerjaan jembatan ketungau 2 ini, Karena akses penyebrangan dengan jembatan ketungau ini sangat di nantikan dan diperlukan masyarakat dalam mobilisa urusan dan keperluan, Dan Bukan Hanya itu saja, Meminta kepada pemerintah supaya segera melakukan pekerjaan jalan seputau tiga-merakai dan merakai-simpang mengerat", tegas Witri.

Ensudin bersama Warga masyarakat, "Meminta kepada pemerintah, Supaya segera membangun jaringan instalasi listrik di sebelah kanan mudik kecamatan ketungau tengah, karena sudah 77 tahun indonesia merdeka, kami tidak pernah menikmati penerangan listrik, Jika tuntutan kami tidak segera ditindak lanjuti, maka pada pemilihan umum  tahun 2024 kami akan golput, Mohon perintah pusat,supaya lebih serius lagi menyikapi permasalahan ini", tegas Ensudin saat Bersama Aksi damai pada 8/12/2022.
Red, Sandy

Previous
« Prev Post