HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1492) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (17) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (11) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Warga Perbatasan Menilai Pemerintah Tutup Mata


Foto : Jalan HTI

Sintang Kalbar - Lagi lagi nasib Warga masyarakat HTI - Desa Tanjung Sari, mengerat Sabara Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat seolah Dianak tirikan sebab 77 Tahun Indonesia Merdeka namun sampai detik ini jalan dan Jembatan masih menjadi permasalahan utama, Sepertinya Pemerintah tutup mata melihat kondisi masyarakat Ketungau Tengah, demikian di sampaikan Sandy selaku warga masyarakat Setempat pada 22 Oktober 2022.


Foto : Jalan HTI


"Sekitar akhir Bulan Juli 2022 lalu masyarakat ingin menutup jalan HTI Desa Tanjung sari akibat jalan rusak parah kemudian pihak Unsur Pimpinan Kecamatan Bekerja sama dengan Investor melakukan penimbunan jalan tersebut, setelah ditimbun jalannya malah semakin parah, atau semakin hancur, ditambah lagi jembatan Putus hingga menambah penderitaan masyarakat setempat, dan HTI , Desa Tanjung Sari, Mengerat Sabara semakin terisolir,  Ini namanya bekerja setengah hati, sepertinya Kabupaten Sintang ini seolah tidak memiliki Pemimpin jika dilihat dari kondisi jalan yang tak kunjung di perbaiki", ungkap Sandy.


Foto : Jalan HTI

"Terkait Jembatan tersebut sekitar 2  bulan terputus, masyarakat harus merogoh kocek yang fantastis jika ingin berbelanja atau berpergian ke pusat kecamatan, bisa mencapai Seratus Ribu Rupiah sampai Dua Ratus Ribu Rupiah per Satu kali melintas, Dampak buruknya, Banyak Anak anak Sekolah yang ingin ke sekolah terpaksa alpa karena jalan sangat sulit dilalui masyarakat", ujarnya.


// red.

Previous
« Prev Post