HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1492) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (17) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (11) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Projamin Menduga Ada Tindakan Kriminal Dan Pencucian Uang Pencantolan TV Kabel Di Kabupaten Sintang


Sintang Kalbar - Telisik menganai Perizinan TV Kabel di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat bahwa Kepala PLN Ranting Sintang Rio menjelaskan PLN Ranting Sintang tidak memberikan Izin untuk mencantolkan Tv kabel di tiang listrik Milik BUMN di kabupaten Sintang, demikian di sampaikan oleh Kepala PLN Ranting Sintang Rio.

Sebagaimana diketahui mencantolkan TV Kabel di Tiang listrik Milik PLN tidak di izinkan kata Rio pada tim wartawan pada 5 Oktober 2022 saat ditemui diruang kerjanya

"Artinya Pengusaha TV Kabel di Kabupaten Sintang mencantolkan tv kabelnya secara illegal, karena kami tidak pernah memberikan izin kepada pihak pengusaha Tv Kabel di kabupaten sintang untuk mencantolkan tv kabelnya di tiang listrik milik PLN", kata Rio.

Pada 6 Oktober di Sintang, Hadi Ketua DPW Projamin Wilayah Kalbar angkat bicara terkait persoalan TV Kabel bahwa ini tidak dibenarkan karena diduga ini merupakan tindakan kriminal dan termasuk dugaan pencurian hak siar TV lain atau bisa saja ada dugaan pencucian uang.

Sembrautnya Tv kabel di kabupaten Sintang bukan hal yang tabu, namun yang kita pertanyakan adalah Perizinan hak untuk mencantolkan Kabel di tiang listrik milik PLN dan pendistribusian siaran tv lain", tegas Hadi.
// red.tim

Previous
« Prev Post