HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1492) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (17) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (11) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Diduga Sarat Korupsi Peningkatan Jalan Kayan Hilir Menuju Kayan Hulu


Foto : Kondisi Jalan Kayan Hilir - Kayan Hulu

Sintang Kalbar - Peningkatan ruas jalan Kecamatan Kayan hilir Nanga Mau menuju Kecamatan Kayan hulu Tebidah dengan panjang efektif 3 kilometer dan panjang fungsional nya 19.90 kilometer telah dikerjakan oleh PT LIMA DANAU ditahun 2019 lalu diduga Sarat Korupsi dan asal jadi, Faktanya baru Berapa Bulan  dibangun kondisinya hancur kembali, Demikian dikatakan Ketua PWRI Cabang sintang Erikson S.

Erikson menjelaskan ditahun 2019 lalu telah dialokasikan Anggaran sekitar 14 Milyar APBD Provinsi Kalimantan Barat yang dikerjakan oleh  PT  UMA DANAU, Kemudian ditahun Anggaran 2021 sekitar 4 Milyar  bersumber daru APBD Provinsi Kalbar dan pada tahun Anggaran 2022 kembali di alokasikan Angara dari APBD Provinsi Kalbar  sekitar 7  Milyar lebih yang dikerjakan oleh PT. CIPTA BERKAH SURYA, Kemudian Uniknya Dua Kali Pengalokasian anggaran APBD Provinsi Kalbar tersebut diletakkan di Titik yang sama, dan kuat dugaan Proyak TA 2019, 2021  Fiktif jika anggaran tahun 2022 kembali di timpakan di titik yang sama, jelas Erikson.

“Ericson menilai pekerjaan proyek peningkatan ruas jalan dari Nanga mau menuju Tebidah yang dikerjakan oleh PT Lima Danau itu, mulai dari Jembatan Potae Desa Jambu sampai Dusun Priang Desa Manuang diduga asal jadi dan tidak mengutamakan Kwalitas sebab saat ini jalan tersebut kembali rusak parah, dan kerusakan jalan tersebut merupakan ulah daripada oknum kontraktor nakal yang hanya mementingkan untung dari pada kwalitas pekerjaan", kata Erikson 

"Maka dari itu, Saya meminta Aparat Penegak Hukum terutama Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) di Jakarta, harus menindak tegas  para oknum Kontraktor Nakal, ini tidak bisa dibiarkan, Oknum Kontraktor juga jangan berkerja asal asalan yang hanya mementingkan keuntungan pribadi, tapi bekerjalah secara profesional dan berkwalitas", unkap Erikson saat ditemui di Sintang pada 25 Oktober 2022.

// red.tim

Previous
« Prev Post