HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1460) headline Nasional (2) healine (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Pemkab Sintang, Gelar Sidak stok Sembako


Sintang Kalbar - Sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga bahan bakar minyak(BBM) bersubsidi  serta dalam rangka mengendalikan , mengawasi, ketersediaan/stok, distribusi,stabilitas harga pangan dan harga bahan pokok serta barang penting lainnya di Kabupaten Sintang Kamis,08/09/2022, 

Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH memimpin secara langsung turun melakukan Inspeksi mendadak(Sidak)bersama Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kabupaten Sintang. Dalam kegiatan Sidak ini dibagi  2 Tim  dengan sasaran Pasar Sungai Durian, Pasar Junjung Buih, Pasar Modern, Distributor dan  agen serta UKM. 

Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menyampaikan bahwa harga pangan seperti beras, bawang merah, sawi, cabe keriting, harga masih relatif aman inflasinya juga tidak tinggi. Dan diharapkan para pedagang tidak melakukan penimbunan stok sembako yang  bisa mengakibatkan harga naik"ungkap Bupati Jarot Winarno.

Disela sela Sidak Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sintang Veronika Anchili menjelaskan, bahwa dalam hasil  kegiatan inspeksi mendadak ini selain memantau harga juga pendistribusiannya dipasar tradisional ternyata  belum terjadi kenaikan harga secara seknifikan seperti beras, telor, minyak goreng, bawang merah, bawang putih  bahkan stok nya masih cukup untuk kebutuhan selama satu minggu kedepan. Namun untuk sayur mayur ada sedikit kenaikan mengingat cuaca curah hujan yang akhir akhir ini cukup deras ini mungkin yang mengakibatkan produksi petani menurun", kata Veronika Anchili. 
//rèd.

Previous
« Prev Post