HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1492) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (17) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (11) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Toni S.Sos, Sikapi Minimnya Bagi Hasil Plasma

Sintang, Kalbar - Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sintang, Toni.S.Sos pihaknya banyak sekali menerima keluhan dari masyarakat sebagai petani plasma mengenai minimnya jumlah bagi hasil kebun plasma, yang diberikan oleh perusahaan pada petani, hal tersebut disampaikan saat diwawancarai, Kamis, (19/5/22) di kantornya

Dikatakan oleh Toni bahwa "Kami di DPRD sering kali menerima keluhan dari petani plasma perkebunan kelapa sawit,  Kami sudah beberapa kali melakukan rapat kerja untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara petani plasma dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Toni juga  mencontohkan yang terjadi di Kecamatan Kelam Permai. Dirinya mengatakan di Kelam Permai, persoalan antara petani plasma dengan pihak perusahaan sudah terjadi selama sekitar 14 tahun ini. 

Dari awal sebelum take over atau setelah take over, banyak data yang sudah kita prediksi, salah satunya soal minimnya penghasilan petani. Seperti di Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Binjai Hulu maupun Kecamatan Sungai Tebelian, ada beberapa investor perkebunan sawit yang berinvestasi. Salah satunya PT Julong, Multi Prime Entakai (MPE Group) dan Gunas Group, paparnya.

"Sedangkan untuk PT Julong. Beberapa waktu lalu, saya sempat ikut rapat di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang. Dari hasil rapat tersebut memutuskan bahwa koperasinya akan dipisah. Karena sudah bersertifikat murni. Jadi sudah oke hasil kesimpulan itu. Kemudian akte dari Kemenkumham juga sudah keluar,” ungkapnya.

Toni juga mengatakan, "ya kita masih  bersyukur PT Julong bisa menanggapi dengan baik masalah tersebut, sehingga masyarakat petani plasma perkebunan kelapa sawit bisa bernapas lega, Sehingga untuk tanggungan hutang pinjaman ke pihak mereka tetap diselesaikan,”  tegasnya.

Toni juga meminta perusahaan patuh dengan komitmen bahwa koperasi harus dipisah. Karena memang sudah seharusnya demikian.

“Jadi ini sudah sesuai dengan rapat bersama. Perusahaan harus komitmen dengan itu,” pungkasnya lagi. (nus)

Previous
« Prev Post