HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (27) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1414) headline Nasional (2) healine (1) Hiburan (15) hukum (54) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (303) olahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Miris, 5 Tahun Bekerja, Pesangon hanya Tali Asih

Foto : Katarina

Sintang Kalbar - Miris, Sungguh Malang Nasib Katarina Seorang Buruh Harian Lepas  (BHL ) yang Bekerja di sebuah Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit atau PT. KIARA SAWIT ABADI ( KSA ) 5 di Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, belum memiliki keberuntungan.

Ibu Katarina seorang Buruh yang polos berasal dari Desa Swadaya Ketungau Tengah telah  mengabdi selama 5  Tahun bekerja di PT KSA 5 dan di putuskan hubungan kerja pada bulan 25 maret 2022 lalu dan hanya di hadiahi Tali Asih Oleh PT KSA 5 sebanyak Rp 2.611.966 Rupiah.

Katarina mengatakan, Pihak PT KSA 5 membuat sebuah surat perjanjian yang menyatakan bahwa saya hanya bisa menerima tali asih selama 5 Tahun saya bekerja sebesar Rp 2.611.966 Rupiah", katanya.
"Kemudian Pihak Perusahaan membuat surat perjanjian, di salah satu poin surat perjanjian tersebut Saya tidak boleh menyebarkan informasi dengan surat perjanjian yang akan saya tanda tangani, Saya harus menjaga Nama Baik Frederkus Suparyoto selaku IR & ER HEAD PT. KSA 5 dan tidak akan menfrokokasi pihak manapun untuk keuntungan pihak saya, dan saya dilarang meyebarkan isu yang menyesatkan tentang pihak Frederikut Suparyoto atau KSA 5, maka dari perjanjian tersebut saya belum bersedia untuk menandatangani perjanjian yang di buat oleh perusahaan KSA 5, karena saya harus berkoordinasi dengan keluarga saya terlebih dahulu", ungkap Katarina kepada Redaksi Media ini pada 12 April 2022.
Katarina mengatakan "Yang mengakhiri masa kerja ada sekitar 7 orang, namun hanya saya saja yang belum bersedia tanda tangan perjanjian dengan pihak PT. KSA 5", ujarnya.

"Surat tersebut belum saya tanda tangani karena saya harus koordinasi dengan Ketua Serikat Pekerja, karena saya adalah anggota Serikat Pekerja Khatulistiwa (PELIKHA)", jelas Katarina.

//Red.

Previous
« Prev Post