HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (27) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1414) headline Nasional (2) healine (1) Hiburan (15) hukum (54) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (303) olahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Dugaan Pungli Merajalela, Kadisdiknas Sintang Abai Keluhan Orang Tua Murid


Sintang Kalbar - Miris Kepala Sekolah Dasar Negeri 24 Temiang Kapuas, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Diduga melakukan pungutan Liar bagi murid muridnya untuk keperluan  pembelian fasilitas Sekolah,  salah satunya untuk keperluan membeli sapu, Kursi, Membuat Gerbang Sekolah, dan lain lainnya.

 "Anak saya dimintai sejumlah biaya untuk buat gerbang, kemaren minta dari anak murid beli semen ini blum selesai krn kata tidak ada dana bos ini sudah 3 tahun berjalan buat bangku dari kls 1 sampai 4 dipungut biaya dulu Rp 25.000 rupiah dan meminta orang tua kerja bakti untuk membuat bangku, kemarin orang tua diajak rapat, ternyata untuk persetujuan iuran itu. Tentu kita orang tua tak mungkin menolak di depan guru, nanti kenapa-napa pula anak kita di sana," ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tak disebutkan demi keamanan anaknya di sekolah tersebut(9/2/2022), saat dihubungi Via selular.

Disebutkannya, memang iuran itu sebenarnya tidak terlalu besar bagi dirinya. Namun, bagi masyarakat menengah ke bawah sangat membutuhkan di saat kondisi ekonomi saat ini sangat berat terasa. Apalagi, ini sekolah negeri, sangat miris masih memberlakukan iuran untuk operasional sekolah.

"Kan tak etis, untuk membeli perlengkapan harus dibebankan ke murid, dimana dana BOS dari pemerintah. Jujur, saya selaku orangtua sangat tak setuju dengan pungutan ini. Kemana anggaran pendidikan yang telah dikucurkan pemerintah. untuk ruang kelas," pungkasnya.

" Permasalahan pungutan ini pernah saya sampaikan ke pada kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Namun Kepala Dinas tidak menghiraukan dengan keluhan para orang tua murid", ungkapnya.

Saat ingin dikonfirmasi, pihak sekolah dan kepala Dinas Pendidikan belum memberikan jawaban dari berita terkait.
// red.tim

Previous
« Prev Post