HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (27) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1433) headline Nasional (2) healine (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (303) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Memasuki Tahun Ketiga, Kartiyus Ungkap Terjadi Peningkatan Dana CSR


Sintang Kalbar - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mengungkapkan bahwa pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) Award sudah dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut. “dan dari tahun ke tahun terjadi peningkatan nilai CSR yang diberikan oleh badan usaha kepada Kabupaten Sintang dan kemudian melaporkanya kepada Pemkab Sintang melalui Bappeda Kabupaten Sintang
“pada tahun 2021 ini, pelaksanaan penganugerahan CSR Awards dilaksanakan dengan sangat sederhana ditengah kondisi Kabupaten Sintang yang sedang dalam masa pemulihan pasca bencana banjir yang terjadi dari akhir bulan Oktober hingga akhir bulan November 2021” terang Kartiyus
“CSR Award yang kami laksanakan sesuai dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 54 Tahun 2016 Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sebagaimana dalam pasal 22 ayat 1 yang menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah bersungguh-sungguh melaksanakan program TSP” terang Kartiyus
“tujuan CSR Award adalah memberikan apresiasi dan memotivasi perusahaan dan badan usaha yang telah bersungguh-sungguh dalam menyalurkan program CSR-nya, dan yang telah menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Sintang melalui BAPPEDA Kabupaten Sintang. Dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Sintang” terang Kartiyus
“peserta yang diundang dalam acara Malam Penganugrahan CSR Awards Kabupaten Sintang Tahun 2021 adalah seluruh perusahan perkebunan sawit dan kayu, perbankan dan credit union yang telah menyampaikan laporan CSR-nya” beber Kartiyus
“CSR Award tahun 2019 ada 27 perusahaan yang ikut dengan nilai CSR adalah 7,7 milyar. CSR Award Tahun 2020 ada 36 perusahaan, 4 Bank dan 1 Credit Union yang ikut dengan nilai CSR adalah 18,3 milyar dan CSR Award Tahun 2021 ini ada 41 perusahaan, 3 Credit Union, BPJS dan Pertamina dengan total nilai CSR adalah 20,6 milyar” beber Kartiyus
“dari data ini, terjadi peningkatan jumlah perusahaan dan nilai CSR dari tahun ke tahun yang sudah diberikan kepada bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial budaya, olahraga, ekonomi kerakyatan, lingkungan, penanganan covid-19, penurunan prevalensi stunting dan penanganan bencana banjir” terang Kartiyus
“kami yakin dan percaya bahwa seluruh perusahaan yang hadir pada saat ini, baik yang sudah menyampaikan laporan program namun belum terpilih untuk mendapatkan penghargaan, pasti sudah berbuat banyak membantu masyarakat Dan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui program CSR-nya” terang Kartiyus
“perlu kami sampaikan bahwa bagi perusahaan yang belum mendapatkan penghargaan CSR Awards ini, bapak/ibu tidak boleh berkecil hati karena bukan berarti Pemerintah Kabupaten Sintang tidak/belum menghargai apa yang telah anda perbuat bagi masyarakat Kabupaten Sintang, tetapi justru Pemerintah Kabupaten Sintang sedang memotivasi bapak-ibu untuk semakin serius dalam penyaluran program kegiatan dan semakin aktif menyampaikan laporan rencana dan realisasi kegiatan csr masing-masing perusahaan” terang Kartiyus
“bagi perusahaan/badan usaha yang nantinya mendapatkan apresiasi/penghargaan sederhana ini, kami mengucapkan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungannya. Hasil yang diharapkan adalah tersedianya data base kegiatan CSR yang lengkap sehingga semakin memaksimalkan sinergi kegiatan pembangunan dan meminimalisir tumpang tindihnya kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta, sehingga peningkatan kualitas perencaan dan implementasi pembangunan dapat dicapai” tutup  Kartiyus. // Red.hum.

Previous
« Prev Post