HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (26) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (4) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1316) healine (1) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (51) Lakalantas (7) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (287) Parlemen (7) PEMDA (181) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (470) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Kunjungi Sintang


Kepala  Pusat Meteorologi Maritim BMKG Pusat Eko Prasetyo mengunjungi langsung Kabupaten Sintang dan bertemu dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang di Ruang VIP Bandara Tebelian Sintang pada Sabtu, 20 November 2021.

Eko Prasetyo kepada jajaran Pemkab Sintang menyampaikan bahwa fenomena La Nina sedang hadir di negara kita saat ini khususnya di Provinsi Kalimantan Barat ada di beberapa kabupaten, “Kabupaten Sintang merupakan daerah yang bukan berada di dataran tinggi tetapi dataran rendah,  Sehingga dampak yang dirasakan adalah langsung dan tidak langsung seperti banjir kiriman, Lingkungan juga harus kita perhatikan sehingga air hujan di wilayah ini bisa cepat mengalir ke hilir sungai dan ke laut tanpa ada hambatan”, ungkap Eko Prasetyo.

Dikatakan Eko Prasetyo, “Kepedulian terhadap lingkungan harus nomor satu  Bagaimana air hujan bisa cepat mengalir ke hilir dan cepat meresap ke tanah, Update terhadap perubahan lingkungan harus kita lakukan. Pribahasa sedia payung sebelum hujan harus dilakukan pemkab Sintang, Selain siapkan payung, kita juga siapkan perahu karet, sedia gergaji mesin kalau ada pohon tumbang” kata Eko Prasetyo.

“Mungkin kita bilang, musim sudah tidak bisa diprediksi lagi. Itu bagian dari perubahan iklim dan kita dituntut cepat beradaptasi, sekaligus bermitigasi. Kalau daerah kita merupakan daerah rawan banjir, maka kita upayakan agar lingkungan disini bisa menerima curah hujan yang tinggi. Gardu listrik di daerah banjir bisa ditinggikan, sehingga saat banjir, tidak perlu pemadaman listrik lagi. Itu salah satu bentuk adaptasi kita terhadap bencana banjir ini. Kita semua harus punya rasa peduli. Saat ini hingga awal 2022 kita menghadapi fenomena La Nina yang membawa sifat hujan lebih tinggi”, jelas Eko Prasetyo.// red.

Previous
« Prev Post