HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (26) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (4) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1316) healine (1) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (51) Lakalantas (7) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (287) Parlemen (7) PEMDA (181) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (470) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Dinas Kebersihan Setengah Hati Bersihkan Sampah Hingga Menumpuk Dan Bau Busuk



Foto : Sampah Menggunung Dan Membusuk 

Sintang, Kalbar – Tumpukan sampah yang berlokasi di simpang Pinoh, Tepatnya bersebelahan dengan kantor Polsek sungai Tebelian kabupaten Sintang Kalbar seolah Pembiaran dari instansi terkait.

Sampah sampah di Tempat pembuangan sampah (TPS) di simpang Pinoh terpantau Berserakan hingga mengganggu pemandangan pengguna jalan hingga Bau yang sangat menyengat.

Dari pantauan di lapangan menurut warga sekitar yang srring di panggil Tinus mengatakan  "Sampah Sampah tersebut seolah dibiarkan berserakan, atau dinas Kebersihan pun Setengah hati untuk membersihkan sampah sampah tersebut, bahkan Mobil yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah hanya satu kali saja sehari, padahal sampah yang dihasilkan oleh TPS sekitar tiga (3) truk sehari makanya menumpuk begitu banyaknya, seharusnya jika armada mobil truk yang khusus mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus tiga kali juga dalam sehari, atau Pemkab Sintang siapkan tiga armada sehari jika hanya satu kali angkutan sehari. terang Tinus warga Simpang yang juga ketua RW dusun Simpang Tiga, Senin 16/11/2021.

Lanjut Tinus, bahwa masalah sampah ini sudah disampaikan dengan pihak kecamatan Sungai Tebelian agar pengelolaan sampah ini benar-benar diperhatikan, apalagi desa sungai ukoi merupakan pusat ibu kota kecamatan Sungai Tebelian yang menjadi ikon semua desa, juga kita ketahui jika simpang Pinoh merupakan perlintasan antar kabupaten Sintang, Melawi dan ke Pontianak, jadi persimpangan ini kerap kali menjadi tempat persinggahan orang yang ingin beristirahat untuk mampir ke warung kopi maupun warung makan, terangnya.

“Kalau tempat tidak nyaman untuk makan, ada bau tidak sedap dan melihat pemandangan yang sangat merusak, jadi bagaimana mau singgah, kan sangat menggangu orang-orang, bukan hanya itu saja, jadi mereka yang singgah setelah pulang akan bercerita di daerahnya kalau di simpang kotor dan banyak sampah, kan Imeg nya nda bagus buat cerita sana sini”, jelas Tinus Yai.

Tinus juga minta pemerintah kabupaten Sintang dan khususnya dinas terkait yang mengelola sampah agar benar-benar diperhatikan untuk membersihkan tempat TPA yang ada di desa sungai ukoi kota kecamatan Sungai Tebelian dari sampah.

Sementara Ramli Andoi Camat Sungai Tebelian saat dihubungi mengatakan pihaknya juga sudah menyampaikan masalah sampah yang ada di simpang Pinoh dan sudah disampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten Sintang, karena dalam pengelolaan sampah ini pihak kecamatan Sungai Tebelian tidak ada kewenangannya, sehingga kita tidak bisa untuk menangani permasalahan pengelolaan sampah ini, juga tidak adanya anggaran di kecamatan. Semuanya langsung ditangani oleh Pemda kabupaten Sintang, makanya ini yang menyulitkan pihak kecamatan Sungai Tebelian untuk menanganinya, terang Ramli Andoi.

Dijelaskan Ramli Andoi camat Sungai Tebelian bahwa camat adalah sebagai pimpinan koordinasi saja, karena semua urusan yang masuk ke kecamatan adalah sifatnya pembinaan Pemerintahan desa, Sedangkan soal sampah sudah sering pihak kecamatan Sungai Tebelian koordinasi dengan dinas terkait untuk ditangani, karena pihak kecamatan dalam hal ini Camat tidak memiliki fasilitas untuk membantu dinas teknis menyelesaikan sampah-sampah tersebut, juga kecamatan sudah membuat surat usulan ke Bupati Sintang dalam hal ini cq. Dinas teknis agar Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan bahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di tata ulang dengan menggunakan aset pemda yang ada di Kecamatan Sungai Tebelian, jelasnya.// red. TIN

Previous
« Prev Post