HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (26) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (4) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1316) healine (1) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (51) Lakalantas (7) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (287) Parlemen (7) PEMDA (181) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (470) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Beginilah Nasib Pengungsi Banjir Di Kelurahan Batu Lalau Sintang

    Foto : Kondisi Warga Pengungsi Akibat Bencana Banjir Sintang


Sintang Kalbar - Camat Sintang Siti Musrikah menjelaskan bahwa pada Senin, 15 November 2021 pemerintah meninjau lokasi pengungsian yang bukan di rumah warga atau bangunan pemerintah tetapi merupakan pengungsian mandiri masyarakat yang ada di kebun karet. 

“Inilah wajah pengungsi banjir yang terpaksa keluar meninggalkan rumahnya yang terendam banjir dan mencari daratan yang tinggi. Mereka membangun tenda seadanya, menggunakan atap terpal. Saya sudah berkeliling lokasi pengungsian di Kecamatan Sintang, yang kita lihat hari ini jauh lebih baik tendanya, Kebutuhan mendesak pengungsi mandiri ini adalah tenda, kalau tidak ada tenda ya terpal cukuplah. Mereka bisa berlindung dengan  terpal tersebut saat hujan dan panas, disana ada bayi dan anak-anak. Kalau ada donasi untuk sembako, kalau bisa dialihkan dalam bentuk uang atau terpal atau tenda serta lauk. Stok mi instan dan beras cukup, lauk ini yang susah dan bumbu-bumbuan”, ungkap Siti Musrikah.

Siti mengatakan, “Pelayanan Kesehatan sudah rutin melakukan monitor dan kesehatan pengungsi mandiri pun terawasi dengan baik kesehatan mereka. Di Kelurahan Batu Lalau hampir semua warga terdampak banjir besar ini. Hanya 2 persen saja yang tidak terkena banjir. Semua warga Batu Lalau, pemukimannya ada di tepian sungai. Hari ini kita langsung membawa mi instan dan telur untuk pengungsi di Batu Lalau”, kata Siti Musrikah.


Basri (74 Tahun) Warga Kelurahan Batu Lalau yang terpaksa mengungsi menyampaikan bahwa lokasi pengungsian warga Kelurahan Batu Lalau tersebar di beberapa lokasi. 
“kami sudah 9 hari mengungsi. Yang penting aman dululah. Air di dalam rumah kami sedada orang dewasa. Kami buat sendiri pondok sederhana untuk mengungsi. Kami ada dapat bantuan beras, ikan asin, telur dan mi instan. Bahan makanan cukuplah. Bahan lain yang kurang. Lauk yang ndak ada” terang Basri. // red.

Previous
« Prev Post