HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (22) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (2) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1259) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (11) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (64) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (49) Lakalantas (6) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (268) Parlemen (6) PEMDA (168) pendidikan (46) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (458) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (3) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (19) Umum (37)

Bawaslu RI Gelar SKPP Zona 3 Kalbar Sintang

 

Sintang - Anggota Bawaslu Republik Indonesia Rahmat Bagja, SH. LL. M menghadiri dan membuka pelaksanaan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021 untuk zona 3 Provinsi Kalimantan Barat di Hotel My Home secara virtual pada Sabtu, 4 September 2021.

Rahmat Bagja dalam arahanya menyampaikan bahwa Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dibuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara khusus kader dalam memahami apa itu pengawasan, tahapan pemilu dan mewujudkan demokrasi itu sendiri. “maka saya harap, peserta SKPP serius mengikuti kegiatan ini. Pemilu tidak hanya pada hari pencoblosan saja, tetapi prosesnya juga sangat penting untuk diawasi. Rencananya sejak Mei 2022 tahapan pemilu sudah dimulai, maka bawaslu seluruh Indonesia sudah mulai melaksanakan sekolah kader pengawasan untuk menghadapi tahapan pemilu nanti. Pemilu Presiden dan Legislatif akan dilaksanakan pada Februari 2024 dan Pilkada untuk 514 kabupaten kota dan 34 Gubernur pada November 2024” terang Rahmat Bagja.

“Pengawasan penting pada seluruh tahapan pemilu. Mulai persiapan, hari pemilihan dan setelah pemilihan dilaksanakan. Inilah tahapan yang ada dalam pemilu. Indonesia sangat luas, sehingga persiapan pemilu dilakukan sangat panjang. SKPP membuat kemampuan berpikir para kader pengawasan semakin baik dan siap melaksanakan pengawasan. Kami berharap, semua kader pengawasan, ke depan  bisa menjadi orang-orang yang sangat demokratis. Sehingga kalau nanti anda menjadi menjalankan profesinya sebagai rohaniwan, jadilah rohaniwan yang mendukung demokrasi. Kalau menjadi ASN, anda menjadi ASN yang pro demokrasi dan seterusnya” harap Rahmat Bagja.

“Sehingga negara ini, saat dilakukan kompetisi, semua dilakukan secara demokratis. Target para kader pengawasan bukan hanya sebagai pengawas kegiatan politik di tingkat kabupaten saja, tetapi target akhirnya adalah anda semua menjadi pengawal demokrasi di negara kita. Pengawasan pemilu yang baik akan mampu mengurangi gesekan di tengah masyarakat” tambah Rahmat Bagja.

Sementara Ketua Bawaslu Kalbar yang juga Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kalbar Ruhermansyah, SH menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021 untuk zona 3 Provinsi Kalimantan Barat tersebut sudah mengikuti seluruh protokol kesehatan yang ketat serta sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang. 

“Seluruh peserta dan panitia sudah dilakukan rapid tes. Dan Alhamdulilah, baik peserta maupun panitia, hasilnya tidak ada yang posituf. Semua negatif. Dan tentunya sudah mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang. Seluruh kegiatan selama 3 hari juga menerapkan protokol kesehatan, baik selama istirahat, konsumsi dan pertemuan itu sendiri, semua menerapkan prokes yang ketat” terang Ruhermansyah.

 “Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021 untuk zona III Kalimantan Barat diikuti 79 orang dari 6 kabupaten yakni Sintang 8 orang, Kapuas Hulu 17 orang, Sekadau 14 orang, Melawi 15 orang, Landak 11 orang dan Sanggau 14 orang. Sebanyak 79 orang peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021 akan mengikuti pendidikan selama 3 hari mulai 4-6 September 2021. SKPP dilaksanakan untuk mempersiapkan pengawas pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada 24 Februari 2024 dan Pilkada pada 27 November 2024” terang Ruhermansyah. ( red.hum)

Previous
« Prev Post