HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (22) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1368) Dana Desa (2) Disdiknas (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1219) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (11) Keagamaan (3) Kebakaran (2) Kesehatan (64) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (44) Lakalantas (6) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (264) Parlemen (6) PEMDA (152) pendidikan (46) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (439) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (18) Umum (37)

Jasli Minta Kapolri, Tertibkan PETI Sepanjang Sungai Kapuas Sintang

 



Shot14news.com Sintang - Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) membawa sejumlah dampak buruk untuk berbagai sektor, mulai dari pencemaran  lingkungan, Sosial hingga kesehatan. Hal ini tak lepas dari peran zat kimia berbahaya (merkuri), Seperti halnya Di Kecamatan Sintang Kota Kabubupaten Sintang Kalimantan Barat, Tepatnya di Sungai Kapuas yang tidak jauh dari Pos Pol Airud Polres Sintang, Masih terlihat deretan Mesin raksasa Para Pekerja PETI  sepanjang aliran  Sungai Kapuas.

Bertepatan Ikut pada saat melihat kegiatan Peti, Jasli mengatakan, "Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh merkuri di kabupaten  Sintang sudah sangat masif, di mana pencemaran dilakukan mulai dari hulu hingga hilir sungai Kapuas dan melawi," kata Korwil Lidik krimsus, jasli saat diwawancarai para awak media 4/7/2021.

Dia menjelaskan, pencemaran lingkungan oleh merkuri yang digunakan pada proses penambangan ilegal tersebut terjadi sudah sejak lama. Dia menyebut, kebutuhan merkuri untuk     penambang ini pasti dengan skala besar.terang Jasli.

"Keberadaan PETI di Kabupaten Sintang yang berdekatan dengan pemukiman penduduk Mengkurai ini dapat memberikan dampak negatif, mulai dari pencemaran air sungai, tanaman pangan, hewan ternak, dan tren penyakit akibat merkuri, Kemudian Lokasi paparan merkuri oleh penambangan emas ilegal di daerah sintang ini yakni sepanjang aliran sungai Kapuas, Sudah kami cek kebenaranya di lapangan, Lokasi PETI Sekitar 500 meter dari Pos Pol
Airud Polres Sintang", ungkap Jasli.

Jasli menjelaskan dampak terkena atau terkontak langsung oleh zat merkuri tersebut paling besar adalah udara, kemudian air dan tanah, sehingga potensi terpapar merkuri bagi masyarakat yang tinggal dekat penambangan sangat tinggi. Paparan merkuri inilah yang kemudian menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Dimana beberapa masalah kesehatan yang sering ditemukan di wilayah penambangan ilegal di antaranya gangguan pada ginjal, paru-paru, jantung, syaraf, kejang, demam tinggi hingga cacat lahir bagi ibu hamil yang tinggal di sekitar tambang atau terlibat dalam proses penambangan, jelasnya.

Jasli mengharapkan Aparat Hukum atau Kapolri, Polda Kalbar dapat menindak tegas kegiatan tersebut, Pikirkan anak cucu kami yang masih ingin menikmati kebersihan dan keaslian sungai itu sendiri.tutupnya.(tim)

Previous
« Prev Post