HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (22) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1368) Dana Desa (2) Disdiknas (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1218) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (11) Keagamaan (3) Kebakaran (2) Kesehatan (64) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (44) Lakalantas (6) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (264) Parlemen (6) PEMDA (152) pendidikan (46) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (438) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (18) Umum (37)

Stok Pupuk Bersubsidi Landak Langka, Layangkan Surat Pada Gubernur Kalbar


Foto : Bupati Landak



Shot14news.com Landak - Dari Penyampaian Data Kekosongan Stok Pupuk Bersubsidi di tingkat lini IV (Kios Pengecer), Bupati Landak Karolin Margret Natasa melayangkan Suarat kepada Gubernur Kalimantan Barat terkait kelangkaan pupuk bersubsidi diwilayah kabupaten Landak tersebut pada tanggal 15 Juni 2021.

Bupati Landak Karolin mengatakan "Stok pupuk bersubsidi dikios pengecer resmi sudah habis sejak bulan mei, kami menyurati Gubernur agar ada solusi dari provinsi terkait kekosongan pupuk bersubsidi di Kabupaten Landak, karena saat ini para petani sudah memasuki masa tanam dan pupuk sangat diperlukan bagi mereka,” kata Karolin pada selasa 16/06/21.

Bupati Karolin menjelaskan keperluan kuota pupuk bersubsidi Kabupaten Landak sesuai usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) pada sitem e-RDKK sesuai jenisnya adalah pupuk Urea sebanyak 18.870,95 ton, SP-36 sebanyak 978,99 ton, ZA sebanyak 549,45 ton, NPK sebanyak 35.688,03 ton, dan pupuk Organik sebanyak 21.147,04 ton, “Kebutuhan pupuk bersubsidi kami sudah mengusulkan melalui e-RDKK, namun kuota pupuk yang didapat Kabupaten Landak sesuai SK Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar No. 21 Th 2021 tentang Alokasi Pupuk Beersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2021 menurut jenis pupuk dan sebaran kabupaten/kota Provinsi Kalbar sesuai jenisnya yakni pupuk Urea sebanyak 25.259,22 ton, SP-36 sebanyak 1.307,58 ton, ZA sebanyak 667,72 ton, NPK sebanyak 11.787,76 ton, Pupuk Organik Granul sebanyak 1.469,76 ton dan Pupuk Organik Cair sebanyak 3.674,41 liter,” jelas Karolin
.
Karolin menyampaikan, “Kami berharap pemerintah provinsi melalui gubernur dapat bersama-sama memberikan solusi kepada para petani kita di Kabupaten Landak terkait kekosongan pupuk di tingkat pengecer ini, agar mereka dapat melaksanakan masa tanam sesuai jadwal dan tepat waktu,” harap Karolin. ( widya)

Previous
« Prev Post