HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (22) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (2) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1259) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (11) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (64) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (49) Lakalantas (6) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (268) Parlemen (6) PEMDA (168) pendidikan (46) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (458) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (3) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (19) Umum (37)

Mangkrak, Jembatan Rangka Baja Melawi Dua Diduga Sarat Korupsi

 

S14n  Melawi - Kondisi Terkini Jembatan Melawi Dua ( 2 )  yang terletak di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat Mangkrak, Dan terlihat Para pekerja tidak ada yang beraktivitas, atau tidak ada satu orang Pekerja dilapangan.

Dari hasil investigasi Awak media pada 7 Desember 2020, Jembatan Rangka Baja tersebut yang merupakan Proyek Lanjutan  Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Pemerintanh Kabupaten Melawi pada Tahun Anggaran 2020 dengan Nilai Kontrak Rp 25.025.616.000,00 Rupiah.yang dikerjakan mulai 26 Juni 2020 dengan masa kerja 180 hari Kalender ditambah dengan pemeliharaan  180 hari Kalender.

Adapun pelaksana kerja yang dilaksanakan oleh PT.Semesta Tunggal Perkasa yang beralamat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Ketika dikonfirmasi Ke Dinas PU Kabupaten Melawi, tidak ada yang dapat ditemui.

Dalam Komentarnya Tedy Ketua PWRI mengatakan Proyek Jembatan Kisaran Rp 25 Milyar ini masih masuk pada masa kerjanya, "Cuma yang kita lihat dilapangan Satu orang pekerja tidak ada yang beraktivitas, Mulai dari Konsultan Pengawas sampai Pekerjanya tidak ada dilokasi Kerja, sementara Bahan Material menumpuk dilokasi Proyek, Masa Kerjanya tinggal Beberapa Hari Lagi, Dan menurut Saya Pihak Aparat Penegak Hukum juga harus turut mengawasi langsung proyek Puluhan Milyar tersebut, sebab Masyarakat juga sangat membutuhkan Jembatan tersebut, karena dari hasil Pantauan kita, Jembatan Melawi Dua tersebut ada Dugaan sarat Korupsi, Kemudian  sebenarnya Kita juga ingin mengetahui alasan apa Jembatan tersebut tidak dilaksanakan ", jelas Tedy.

Menurut Informasi dari masyarakat setempat yang tidak maudisebut namanya, Proyek ini mulai dikerjakan dari tahun 2014 lalu, dan sampai 2020 belum juga tuntas. (red.Tim)





Previous
« Prev Post