HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (26) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (4) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1317) healine (1) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (13) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (10) KPUD (1) kriminal (51) Lakalantas (7) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (287) Parlemen (7) PEMDA (181) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (470) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)

Jarot: Perkirakan 14 Ribu Lebih Anak Dikabupaten Sintang Jadi Sasaran Imunisasi Campak Dan Rubella



Kampanye campak Rubella program imunisasi sebagai komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella pada tahun 2020, Vaksin imunisasi  ini diberikan kepada anak berusia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, vaksinasi campak dan Rubella di Kabupaten Sintang mulai di laksanakan pada bulan  Agustus  hingga September 2018 mendatang, dimana Pemda kabupaten sintang sangat mengapresiasi dan mendukung program ini dengan pelaksana Dinas kesehatan kabupaten sintang dalam melakukan imunisasi campak dan rubella demi menunjang kesehatan jasmani anak-anak di kabupaten sintang sehingga kabupaten  sintang terbebas dari penayakit campak dan Rubella ini kata Bupati Sintang dr.H. Jarot Winarno, M.Med.PH saat menghadiri kegiatan Imunisasi Campak dan Rubella di halaman SMPN I Sintang, Kamis (2/8/2018) yang dihadiri oleh  Sekretaris Daerah, kepala dinas kesehatan, Direktur RSUD Ade Muhammad Djoen, Anggota komisi C DPRD, beserta para dewan guru SMP N 1 Kabupaten Sintang.
dr Jarot yang merupakan dokter senior yang meniti karir puluhan Tahun sebelum menjadi Bupati Sintang ini  menjelaskan meski campak penyakit tersebut termasuk  ringan, akan tetapi jika dibiarkan dalam waktu yang lama bisa menginveksi paru-paru,
“Campak memang penyakit ringan tapi paling tidak dua minggu anak-anak tidak bisa pergi sekolah, Dan kalau campak didiamkan  bisa berakibat  inveksi pada paru paru dan menular  ke mata dan juga ke otak, sementara Rubella, penyakitnya lebih ringan dari pada campak Namun dampaknya bisa mengakibatkan cacat, Rubella memang  lebih ringan dari campak, Tetapi kalau ada anak kena sakit Rubella, kemudian nular ke mamanya yang sedang hamil maka mama nya bisa keguguran. Bisa juga nanti kalau tetap dia hamil dan melahirkan anaknya bisa cacat,” jelas Jarot.
Ditambahkan Jarot Campak dan Rubella tidak ada obatnya, Yang ada hanya mencegah dengan upaya vaksinasi, Vaksinasi Campak dan Rubella merupakan program pemerintah pusat yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia yang salah satunya  Di Kabupaten Sintang dengan sasaran imunisasi lebih dari 14 ribu anak, " Ini bagian dari pemenuhan hak anak, maka dari itu Pemerintah sudah mengatur bahwa hari ini anak umur 9 bulan sampai 15 tahun di seluruh indoensia, harus dilakukan vaksinasi campak dan rubella. Semuanya di vaksinasi,” tukasnya.
Dr. Hary Sinto Linoh sebagai kepala dinas kesehatan sintang menyampaikan Campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular yang di tandai dengan 3 stadium yaitu stadium inkubasi, prodormal,dan erupsi, cara penularannya melalui percikan ludah dan melalui jalan napas,
adapun ciri-ciri gejala penyakit campak, demam, bercak kemerahan, batuk pilek, konjung tivitis(mata merah) dan timbul ruam pada muka dan leher yang kemudian menyebar ke tubuh tangan dan kaki, Adapun cara pengobatan penyakit campak dan Rubella ini yang harus kita lakukan adalah pasien campak dan Rubella dapat berobat jalan karena Anak harus di beri cukup cairan dan kalori, pengobatan bersipat simptomatik, penderita dengan usia di bawah 5 tahun perlu di beri vitamin A dan harus istirahat yang cukup, jelas sinto.// mora

Previous
« Prev Post