HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (22) budaya (1) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (2) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1259) Hiburan (15) hukum (51) Internasional (72) Kasus (11) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (64) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (49) Lakalantas (6) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (268) Parlemen (6) PEMDA (168) pendidikan (46) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (458) Politik (138) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (3) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (19) Umum (37)
Wabu Sintang Tutup Usia, Sekda Jelaskan  Kronologisnya

By On September 18, 2021

 


Sintang - Sehubungan dengan kronologis perkembangan kesehatan Bapak Yosef Sudiyanto, Wakil Bupati Sintang, bersama ini diinformasikan hal-hal sebagai berikut: 


1. Bapak Yosef Sudiyanto berobat ke Jakarta pada tanggal 8 september. Pada tanggal 9 september Beliau menjalani pemerikasaan di Poli Rawat Jalan RSCM Jakarat. 

2. Tanggal 12 September Bapak Yosef Sudiyanto masuk rawat inap di RSCM Jakarta, rencana akan mendapat tindakan RFA ( ABLASI RADIOFREQUENCY). 

3. Tanggal 14 September karena kondisi Bpk Yosef Sudiyanto mengalami perdarahan memanjang, tindakan RFA ditunda sampai tanggal 16 september. 

4. Tanggal 16 September Bapak Yosef Sudiyanto mengalami demam dan sesak nafas, sehingga tindakan RFA ditunda kembali. Karena kondisi melemah dan saturasi oksigen Bapak Yosef Sudiyanto menurun, Pada Tanggal 17 September malam beliau dipindahkan ke ruang ICU. 

5. Pada tanggal 18 September pukul 10.58 wib Bapak Yosef Sudiyanto dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU RSCM Jakarta. 

6. Jenazah almarhum rencananya diberangkatkan besok pagi (Jam 06.00 wib.) Minggu tanggal 19 september dari Jakarta menuju Pontianak dan langsung dibawa ke Sintang 

7. Jenazah almarhum Bapak Yosef Sudiyanto akan disemayamkan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sintang Jalan Pahlawan kelurahan Tanjung Puri. Rencana pemakaman almarhum Bapak Yosef Sudiyanto masih menunggu keputusan keluarga besar almarhum. 
( red.hum)

Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hulu Dampingi Warga Binaannya Dalam Perawatan Medis

By On September 14, 2021

 

Sekadau - Bhabinkamtibmas Polsek Sekadau Hulu Bripka Agus Primadi Jaya turut serta mendampingi warga desa Setawar yang akan menjalani perawatan medis di RSUD Sekadau, Selasa 14 September 2021.

Kegiatan ini dilakukannya bersama Babinsa dan perangkat desa Setawar serta Puskesmas Tapang Perodah untuk membantu kelancaran perawatan medis bagi Yustina Dini.

Sebagaimana diketahui, Yustina Dini merupakan pelajar asal Kampung Sejaong dusun Setawar desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu yang menderita kanker lutut sebelah kiri.

Bripka Agus mengungkapkan, penggalangan dana telah dilakukan oleh organisasi pencak silat PSHT beserta awak media pada Minggu (12/9) untuk membantu yang bersangkutan.

Hasil yang diperoleh dari penggalangan dana tersebut sebesar Rp. 6.323.200,- dan telah diserahkan langsung oleh ketua PSHT Aipda Winarto kepada orang tua Yustina Dini.

Bripka Agus menyampaikan, penggalangan dana akan terus dilakukan untuk mengumpulkan donasi dalam membantu pengobatan Yustina Dini selanjutnya.

"Dalam penggalangan dana nanti, diharapkan partisipasi masyarakat untuk menyumbang. Sekecil apapun yang diberikan, besar manfaatnya bagi kelangsungan pengobatan Yustina Dini," kata Bripka Agus. ( almanso )

Polres Sekadau Wujudkan Kamseltibcarlantas dan Cegah Pandemi

By On September 11, 2021

 

Sekadau - Disamping pengaturan jalan demi terwujudnya kamseltibcarlantas, tak lupa, personel Sat Lantas juga mengimbau akan pentingnya protokol kesehatan.

Tak hanya pesan dan imbauan, stiker atau pamflet juga disebarkan kepada pengguna jalan yang berisi ajakan untuk patuh 5 M dan disiplin berlalu lintas.

"Hal ini terus kami lakukan, merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD)," kata Kasat Lantas Polres Sekadau AKP Laelan Sukur, Sabtu 11 September 2021.

Untuk melindungi keselamatan diri, sambung Kasat lantas, kepada para pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terlebih pada musim hujan saat ini. 

"Kecelakaan disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi medan. Kami imbau agar pengendara waspada saat melewati ruas jalan sempit atau licin akibat hujan," terangnya.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman dan kesadaran, personel Sat Lantas juga membagikan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas. Selain itu, para pemilik kendaraan diingatkan untuk membayar pajak kendaraannya tepat waktu.

Kasat Lantas menyatakan, berbagai upaya diatas merupakan langkah untuk mewujudkan kamseltibcarlantas dan  diimbangi pula dengan upaya pencegahan pandemi Covid-19.( Almanso)

ASISTEN II, HADIRI KEGIATAN PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU, ANGKA KEMATIAN BAYI DAN STUNTING

By On September 09, 2021

 

Sintang - Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J, S.Pd, M.A.P, dalam hal ini mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan Bergerak bersama dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting, yang dilaksanakan di Kedah Tempunak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, pada Kamis, 9 September 2021.

Dalam arahannya, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J, mengatakan bahwa sasaran pembangunan nasional maupun daerah diutamakan pada kelompok-kelompok rawan, seperti ibu hamil, bayi dan balita tanpa mengenyampingkan kelompok sasaran lainnya, “ada indikator pembangunan kesehatan nasional pada kelompok sasaran tersebut, yaitu angka kematian ibu, angka kematian bayi dan pencegahan terjadinya stunting, tiga masalah kesehatan ini merupakan isu strategis saat ini, dimana Pemerintah Pusat maupun Daerah wajib melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mengupayakan penanggulangan tiga kasus kesehatan tersebut”, kata Yustinus. 

Masih kata Yustinus bahwa kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak terjadi pada saat persalinan, pasca persalinan, dan hari-hari pertama kehidupan bayi & masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini, “maka dari itu, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir diperlukan upaya dan inovasi baru, tidak bisa dengan cara-cara biasa, berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal, langkah ke depan, kami akan memperkuat dengan memberikan edukasi dan materi tentang AKI, AKB, dan stunting kepada ibu-ibu PKK, Posyandu dan OPD terkait untuk sinergi bersama”, ucapnya.

Menurut Yustinus kurang gizi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, faktanya, angka stunting sangat tinggi, “dari setiap empat anak, 1 diantaranya mengalami stunting atau pendek, penyebab utamanya adalah kekurangan gizi pada ibu hamil, bahkan sejak ibu masih remaja, kami menekankan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka mengintensifkan upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, tentu saja upaya ini menjadi sangat penting, karena menurunkan angka kematian dan meningkatkan Kesehatan”, ujarnya. 

Yustinus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini terus berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB serta percepatan penurunan dan pencegahan stunting,  “kami mengharapkan supaya segera dibentuk Rencana Kerja Tindak Lanjut ( RKTL ) untuk menekan AKI, AKB dan stunting serendah mungkin di Kabupaten Sintang dalam rangka mewujudkan generasi yang handal, kami juga berharap supaya ada satu komitmen yang didukung semua stakeholder untuk mewujudkan aksi nyata dalam mengatasi AKI, AKB dan stunting di Kabupaten Sintang yang masih cukup tinggi ini, koordinasi pada hari ini perlu segera ditindaklanjuti sesuai dengan tangjungjawab masing – masing”, tegasnya. 

“segera laporkan bila ada ibu hamil, lakukan pantauan kesehatan ibu dan anaknya, semua harus bekerjasama agar kematian bayi, kematian ibu dapat dicegah, berikanlah anak-anak kita, bayi dengan makanan yang bergizi agar stunting tidak terjadi”, pesan Yustinus dalam sambutannya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaks
ana, Florida Ida, menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang merupakan salah satu Kabupaten / Kota yang menjadi locus pelaksanaan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, “berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan yang ditetapkan pada tahun 2020 bahwa Sintang merupakan salah satu lokasi khusus dari 200 lokasi  untuk menekan dan menurunkan angka kematian ibu dan Bayi”, jelasnya.

Selain itu juga, sambung Ida juga menjelaskan bahwa pada tahun 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang telah berkomitmen untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, “berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sintang, ada 9 Kecamatan yang menjadi lokasi khusus untuk penurunan AKI & AKB di Kabupaten Sintang salahsatunya ialah Kecamatan Tempunak, mengingat Kecamatan Tempunak selama 3 tahun berturut-turut mengalami peningkatan kasus kematian AKI & AKB”, jelasnya. 

Ida juga menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat yang AKI & AKB nya tinggi, “pada tahun 2020, Angka Kematian Ibu itu ada 20 kasus, yang diakibatkan karena pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, untuk Angka Kematian Bayi (AKB) ditahun 2020 terdapat 98 kasus yang disebabkan oleh berat badan bayi rendah, pada tahun 2021 dari Bulan Januari-September 2021 Angka Kematian Ibu (AKI) terdapat 17 kasus, 6 diantaranya terpapar Covid-19, untuk Angka Kematian Bayi (AKB) ditahun 2021 ada 30 kasus, dan hal ini cukup tinggi dan semakin meningkat sepanjang tahun, maka dari itu kami berkomitmen untuk menurunkan AKI & AKB di Kabupaten Sintang terutama di Kecamatan Tempunak dan di Kecamatan lainnya”, ujarnya. 

Selain itu juga, masih kata Ida, bahwa peningkatan Angka Kematian Ibu dan Bayi disebabkan oleh beberapa faktor, “ada istilah 4 Terlalu, yang pertama terlalu muda usia kehamilannya yang dimana hamil dibawah usia 20 tahun, yang kedua Terlalu tua dengan usia hamil diatas 35 tahun, Terlalu dekat jarak kehamilannya, Terlalu banyak mengalami kehamilan, kemudian juga kadang ibu-ibu suka terlambat yang dalam istilah kita sebut 3 hal terlambat, yakni Terlambat mengetahui tanda bahaya seperti pendarahan, hipertensi dan lainnya, kemudian Terlambat mengambil keputusan, Terlambat dilakukan pertolongan, sehingga hal ini yang menyebabkan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sintang”, sambungnya. 

Ida juga berpesan dan berharap kepada seluruh ibu-ibu dapat bersama-sama membantu melakukan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta Stunting di Kabupaten Sintang, “kami berharap, kita sama-sama bergerak melakukan upaya upaya pencegahan dalam hal menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta Stunting di Kabupaten Sintang, selain itu juga saya sampaikan kepada Puskesmas dan jajarannya telah membuat program dalam menurunkan AKI, AKB dan Stuting, dan itu harus dijalankan dengan sebaik mungkin”, pesannya. ( red.hum)

KETUM LPTQ PROVINSI KALBAR TINJAU KESIAPAN LOKASI PELAKSANAAN MTQ KE-XXIX TINGKAT PROVINSI KALBAR TAHUN 2021

By On September 09, 2021

 



Sintang - Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021, terus melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan menentukan & mempersiapkan titik lokasi / tempat penyelenggara kegiatan perlombaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalbar yang akan dilaksanakan pada November 2021 mendatang. 

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalbar, Brigjend. Pol. (Purn). Drs. H. Andi Musa, SH, MH, beserta rombongan melakukan asistensi, koordinasi dan pengecekan tempat/lokasi yang akan menjadi penyelenggara kegiatan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021 di Kabupaten Sintang, pada Rabu, (8/9/2021).

Ada delapan lokasi yang telah ditentukan oleh Panitia MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021, yakni, Stadion Baning, Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Madrasah Tsanawiyah Negeri, Gedung Pancasila, Masjid Al-Amin, Masjid An-Nur, Masjid Jami’ Sultan Nata, Masjid Miftahul Jannah.

Seusai melaksanakan peninjauan ke beberapa titik lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan berbagai perlombaan MTQ, Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalbar, Brigjend. Pol. (Purn). Drs. Andi Musa, SH, MH menjelaskan bahwa pengecekan ini untuk melihat kesiapan Kabupaten Sintang pada pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat, “untuk hari ini (Rabu, 8/9/2021) hanya tiga lokasi saja yang kita tinjau, yakni Stadion Baning yang menjadi arena utama pelaksanaan MTQ, kemudian Rumah Adat Melayu Tepak Sireh yang akan digunakan untuk lomba Fahmil dan Syarhil Qur’an, kemudian kita tinjau juga Madrasah Tsanawiyah Negeri Sintang yang akan digunakan untuk lomba Khattil Qur’an dengan tujuan kita merumuskan bersama-sama, baik dari pembukaan hingga penutupan serta konsepnya bagaimana”, kata Andi Musa. 

Menurut Andi Musa, Panitia Kabupaten Sintang sudah menunjukkan keseriusannya terhadap pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat, “saya melihat keseriusan para Panitia didaerah sudah mempersiapkan berbagai hal untuk melaksanakan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021, apalagi pelaksanaannya itu direncanakan pada November 2021 mendatang, kurang lebih 60 hari lagi, maka kita harus segera berbenah dan mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan berjalan dengan baik”, ujarnya. 

Andi Musa menyampaikan bahwa LPTQ mendukung penuh penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat, “ya tentu LPTQ Provinsi Kalbar mendukung penuh, ini merupakan program kita, yang bersinergi dengan Pemerintah, apalagi Kabupaten Sintang telah ditunjuk oleh Pak Gubernur Kalimantan Barat yang tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalbar, tentu pasti kita dukung, dan yang paling penting Pemerintah dan LPTQ bekerjasama untuk mewujudkan MTQ yang lebih baik daripada yang sebelumnya”, ucapnya. 

Lanjut Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalbar menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skenario terhadap pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalbar, “dimasa pandemi covid-19 ini, tentu untuk menghindari kerumunan dan interaksi, kita sudah menyiapkan dua skenario, skenario pertama itu pelaksanaan MTQ semuanya dilaksanakan di Kabupaten Sintang dengan syarat situasi berada di zona hijau, atau paling tidak zona kuning, skenario kedua itu yakni dilaksanakan secara virtual dan faktual, jadi ada sebagian dilaksanakan secara faktual di Sintang, dan sebagian lagi ada dilaksanakan secara virtual, dilakukannya secara virtual ini ditujukan untuk meminimalisir terjadinya penularan covid-19”, lanjutnya. 

Andi Musa berharap agar pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi bisa terlaksana di Kabupaten Sintang, “tentu kami sangat mengharapka
n partisipasi seluruh masyarakat di Kabupaten Sintang untuk bersama-sama berikhtiar agar situasi Covid-19 bisa terkendali, sehingga dengan terkendalinya Covid-19 di Sintang, maka pelaksanaan MTQ bisa dilaksanakan di Sintang, mohon doa dan dukungannya”, harap Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalbar. 

Sementara itu, Ketua V Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat, yang juga selaku Ketua Seksi Sarana Prasarana dan Pembangunan Mimbar Utama, Zulkarnaen, ST, MT, menyampaikan perkembangan terkait kondisi kesiapan lokasi-lokasi yang akan dijadikan pelaksanaan MTQ, “yang pertama, kami telah melakukan rapat bersama para Ketua Masjid di Kota Sintang, karena ada beberapa Masjid yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan MTQ, kemudian selanjutnya kami merencanakan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan dibeberapa lokasi, kemudian terkait pembangunan panggung utama, kalau pelaksanaannya di minggu kedua atau ketiga pada bulan November, maka kami akan mengerjakan pada pertengahan Oktober, karena ini menyangkut yang bersifatnya kontraktual, soal sewa menyewa dan peminjaman, maka kami hitung juga limit waktu penyewaan untuk menekan biaya seminimal mungkin, dan sampai hari ini kita belum melaksanakan pembangunan fisik yang signifikan akan tetapi kita sudah melaksanakan perjanjian-perjanjian serta perizinan terkait lokasi yang akan kita gunakan untuk pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalbar”, jelasnya.  


Masih kata Zulkarnaen bahwa Panitia telah melakukan perencanaan perbaikan infrastruktur di beberapa lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan MTQ, “seperti masalah pada keramik di Masjid, kita lakukan perbaikan yang bekerjasama dengan pihak Masjid, dan hal lainnya sesuai dengan kebutuhan dilapangan, kita juga telah menyusun pembiayaan perbaikan terhadap lokasi-lokasi lainnya, dan kita pastikan dalam satu bulan perbaikan-perbaikan lokasi pelaksanaan MTQ sudah selesai semua, mengingat hal ini perlu kita perhatikan dengan serius”, ucapnya. 

Zulkarnaen menegaskan bahwa Kabupaten Sintang siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Barat, “tentu yang paling utama adalah skenario pertama yakni pelaksanaan MTQ dilakukan semuanya di Kabupaten Sintang, kalau semuanya di Kabupaten Sintang kami sangat siap, mulai dari lokasi-lokasi yang menjadi pelaksanaan, kemudian terkait dengan pengeras suara (sound system), terkait dengan penerangan (lighting), kami sudah menyiapkan segalanya, intinya kami siap”, tegas Zulkarnaen. ( red.hum)

Kades Rirang Jati, Serahkan 20.000 Ekor Bibit Ikan Pada Warganya

By On September 09, 2021

 




Sekadau - Pemerintah Desa (Pemdes) Rirang Jati kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau berikan 20.000 bibit ikan Nila dan Ikan Mas kepada warga dusun Rirang Jati dan Dusun Nuak. 

Pemberian bibit ikan ini diserahkan langsung oleh kepala desa Rirang Jati, Suhardia kepala dusun Rirang Jati dan Kepala Dusun Nuak, di kantor desa Rirang Jati, Rabu (8/9/2021). 

Suhardia, kades Rirang Jati dalam kesempatan tersebut berharap bibit ikan tersebut bisa mengurangi beban masyarakat dimasa pandemi covid-19. 

"Saya berharap semoga dengan diberinya bibit ini, bisa membantu masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini, minimal kalau mau beli lauk, masyarakat tidak beli ke pasar, dan kalau bisa dijual, itu harapan kita. Bisa membantu ekonomi masyarakat," jelas Suhardia. 

"Untuk pembagian bibit ikan Mas dan Ikan Nila ini saya serahkan kepada kepala Dusun masing-masing untuk membagikan ke kelompok-kelompok yang sudah ada di dusunnya," katanya. 

Selain bibit ikan, di bulan Juli 2021 yang lalu, pemdes Rirang Jati juga sudah memberikan bantuan bibit sawit kepada warganya. 

"Jumlah Kepala Keluarga (KK) di desa Rirang Jati berjumlah 595 KK yang terdiri dari 3 dusun yang ada di desa Rirang Jati. Ada 55 KK yang telah kita berikan bantuan bibit sawit dengan jumlah 100 pokok setiap KK penerima dan jumlah seluruhnya sebanyak 5.500 pokok," kata Kades Rirang Jari kepada Media seputarkapuas.id saat diwawancara di ruang kerjanya. 

"Kalau sesuai dengan harapan kita, kedepan kita akan anggarkan 10.000 pokok bibit sawit, maka setiap tahunnya 100 KK yang bisa kita berikan bantuan, dengan jumlah yang sama 100 pokok per KK" tambahnya. 

Suhardia juga mengatakan pemberian bantuan bibit sawit ini untuk mendukung program pemerintah daerah kabupaten Sekadau. 

"Hal ini kita lakukan untuk mendukung program pemerintah daerah kabupaten Sekadau yaitu IP3K dibidang pertanian. Dan untuk mengurangi beladang secara berpindah. Karena kalau sudah ditanam sawit maka kedepan masyarakat kita akan menikmati hasilnya, dan untuk penjualan nya kedepan kita akan kerja sama dengan BUMDes, supaya masyarakat tidak bingung mau jual kemana," ujarnya. 

"Untuk pemberian bibit sawit ini sendiri diberikan kepada masyarakat yang masih mempunyai lahan yang cukup," tutup Dia, panggilan akrabnya kades Rirang Jati. (Almanso)

 Polres Sekadau, Gandeng Perangkat Desa Dalam Pencegahan Karhutla

By On September 06, 2021





Sekadau - Sat Binmas Polres Sekadau mengajak perangkat desa Peniti untuk dapat bekerjasama dalam mencegah dan meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan ke kantor desa Peniti serta mendatangi sejumlah lahan milik warga setempat yang akan digunakan untuk berladang, Senin 6 September 2021.

Dalam hal ini, Kasat Binmas Polres Sekadau Iptu Masdar berharap masyarakat tetap mentaati ketentuan yang berlaku agar dalam membuka lahan tidak sampai melanggar hukum dan undang-undang.

Menurutnya, dalam Pergub Kalbar nomor 103 tahun 2020 sudah diatur tata cara maupun ketentuan dalam membuka lahan untuk menghindari terjadinya karhutla dan dampak negatif yang dimunculkannya.

"Dampak karhutla jelas merugikan kita semua. Ditengah kondisi pandemi jangan lagi ditambah kabut asap yang berdampak pada kesehatan maupun sektor lainnya. Patuhi ketentuan yang ada," ucapnya.

Disampaikannya pula, dalam mencegah dan meminimasir dampak karhutla Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kerjasama agar kabut asap akibat kebakaran dapat dihindari.

"Melalui kunjungan ini, diharapkan peran aktif perangkat desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakatnya dalam mencegah karhutla," kata Kasat Binmas.
 ( Almanso)