HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (28) budaya (2) BUMN (1) Business (15) Daerah (1369) Dana Desa (2) Disdiknas (5) disdiknas headline (1) Duka (5) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1492) headline Nasional (2) healine (1) hedline (1) Hiburan (15) hukum (55) Internasional (72) Kasus (17) Keagamaan (3) Kebakaran (3) Kesehatan (65) Korupsi (11) KPUD (1) kriminal (56) Lakalantas (7) masional (1) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (304) olahraga (1) Opahraga (1) Parlemen (7) PEMDA (182) pendidikan (47) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (472) Politik (145) Pungli (2) Ragam (14) seni (2) Seremonial (17) Slider (136) Sosial (4) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (21) Umum (37)
DPK PPNI Sintang Resmi Dilantik

By On Desember 01, 2022

Sintang Kalbar - Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sintang digelar sekaligus  Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) dan Training Of Trainer (ToT) bagi para peserta PPNI, yang dilaksanakan digelar di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Jalan. Y.C. Oevang Oeray, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang Kamis 1 Desember 2022, dan di hadiri oleh Bapak Bupati Sintang dr Jarot Winarno M.Med.PH.

Bupati Sintang dalam sambutan menyampaikan rasa senangnya bisa hadir ditengah para perawat s Kabupaten Sintang, “Saya jugaa senang dengan para perawat yang rela dan mau bertugas di perhuluan, Saya juga lama bertugas di hulu, yakni selama 6 tahun di ketungau, kota baru dan sungai durian, Saya sering bepergian ke banyak saat bertugas, semuanya luar biasa”, ucapnya.

Bupati Sintang, " Saya masih ingat dengan kata-kata Dr. Felix Marti‐Ibanez seorang psikiater yang mengatakan bahwa tenaga medis merupakan manusia setengah dewa. 
“saat Felix Marti‐Ibanez mengatakan itu, seorang penderita kanker stadium 3 yang sudah tidak memiliki harapan, saat bertemu dokter, malah orang sakit tersebut tersenyum, matanya cerah dan memiliki harapan. Apa sebabnya, karena dokter dan petugas medis merupakan manusia setengah dewa yang membawa harapan”, katanya.

dr Jarot berpesan, “Hadirnya organisasi perawat di Kabupaten Sintang, saya harapkan bisa menjaga profesi perawat, menjaga profesionalisame, dan menjaga kode etik perawat yang ada. Itulah tugas organisasi PPNI. Jaga agar tugas kalian tetap menjadi tugas orang yang setengah dewa”, pesannya.

“Beraktivitaslah sesuai dengan profesi dan kode etik, Anda mesti pandai soal imunisasi, pandai dan paham jenis obat sirup yang mengandung Etilen Glikol, pandai soal rabies dan anda harus pandai semuanya, PPNI juga harus menjaga kesejahteraan anggota. Perjuangkan hak mereka yang belum dibayar, perjuangkan mereka untuk ikut menjadi tenaga P3K. PPNI menjadi akar organisasi profesi perawat”, ungkap Bupati Sintang.

Bupati menambahkan, “Dalam bekerja, ingatlah soal profesionalisme dan kode etik. Bantu pemerintah dalam menurunkan stunting. PPNI juga bisa membantu para perawat yang menjadi tenaga honorer, Lakukan aksi nyata disaat daerah mengalami bencana seperti banjir. PPNI bisa mengkoordinasikan ini. Tingkatkan kemampuan dan kapasitas kalian, agar tenaga medis dan perawat khususnya tetap menjadi manusia setengah dewa”, tambahnya.
// red.hum.

Datagi DPRD, PMSA Bahas Pengurangan Kursi DPRD Dapil 5 Sintang

By On November 28, 2022


Sintang Kalbar - Persatuan Masyarakat Serawai Ambalau ( PMSA ) Mendatangai Kantor DPRD Kabupaten Sintang dalam agenda terkait Penetapan Kursi DPRD kabupaten Sintang pada Pemilu tahu 2024  mendatang  pada 28 November 2022 dan Kedatangan Masyarakat PMSA Tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD, KPU, Bawaslu, Kabupaten dan Dinas Dukcapil Kabupaten Sintang.

Penolakan PMSA terkait Keputusan KPUD Sintang tersebut disampaikan dengan alasan dikeluarkannya Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang  dengan nomor : 226/PL.01.3-Pu/6105/2/2022 pada 23 November 2022 dengan Mengurangi jumlah Kursi DPRD Kabupaten Sintang Dapil Serawai Ambalau dari 4 kursi menjadi 3 Kursi di DPRD Sintang pada Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang.

Sopian Ketua IKADUM Kabupaten Sintang Sopian menyampaikan dengan tegas Menolak terhadap keputusan KPUD  Sintang dengan mengurangi jumlah Kursi DPRD Khusus Daerah Pemilihan Serawai Ambalau dari 4 Kursi menjadi 3 Kursi," Kita meminta agar melakukan revisi ulang terhadap keputusan teraebut", kata Sopian.

Dijelaskan Sopian, " KPUD Sintang juga harus memperhatikan PKPU Nomot 9 Tahun 2022 yang mengatur tentang partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan PKPU Nomor 6 Tahun 2022 pasal 7 ayat 1 dan 2", jelas Sopian.

Sopian menambahkan, " Kami berharap agar KPUD Sintang segera melakukan revisi terhadap keputusan tersebut, Dan jika revisi tidak dilakukan Kami PMSA akan kembali mendatangi KPU Sintang, bahkan tidak menutup kemungkinan Serawai Ambalau akan Keluar dari Wilayah Kabupaten Sintang dan bergabung dengan Kabupaten Melawi", tegas Sopian.

Kemudian pada saat  Audiensi tersebut, Pemerintah Daerah melalui wakil Bupati Sintang dan DPRD Sintang Sepakat menggunakan Data Pemilu 2019 untuk digunakan data pemilu 2024 khusus Dapil Serawai Ambalau, Namun KPUD Sintang belum dapat memutuskan karena harus mendapat Persetujuan dari Ketua KPUD sintang.
//red.Rizerius.

PT. LJA Laporkan Ahli Waris Ke Polda Kalbar Terkait Dugaan Kasus Penggusuran Sandung Raden Patih Jaya Manjuk

By On November 25, 2022

Sintang Kalbar - Kasus Penggusuran Sandung Raden Patih Jaya Manjuk yang diduga Dilakukan Oleh PT. Lingga Jati Al-Manshurin ( LJA yang berlokasi di Desa Bedaha Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang kalimantan Barat bergulir pada  Pelaporan Di Kantor Polisi Daerah Kalimantan Barat ( POLDA KALBAR ).
Pihak Penggugat yang mengaku Ahli Waris Suhaini Asoi Cs Resmi dilaporkan oleh PT LJA  Ke Polda Kalimantan Barat pada 24 November 2022 sekitar Pukul 18.20 wib dengan Nomor Polisi  : STTLP/B/497/XI/2022/SPKT/POLDA KALBAR, dengan Pelapor Wawan Prasetyo.

Kepada para Wartawan Wawan Prasetyo mengatakan, "Benar pada 24 November 2022 kita telah membuat Laporan Ke Polda Kalbar dengan Alasan alasan  PT. LJA untuk melaporkan Ahli Waris Suhaini Asoi Cs ke Polda Kalbar, Karena Obyek Tanah lokasi yang dipermasalahkan oleh ahli waris merupakan lahan yang diperoleh dari penyerahan saudara  Suhaini Asoi (ahli waris) dan sudah dibebaskan dan diganti rugi sebelum diserahkan kepada PT. LJA, Dan Lahan tersebut telah digarap atau di ladang oleh sdr. Naroh selama 9 kali penggarapan ulang atau berladang sebelum diserahkan kepada PT. LJA, Kemudian Dapat disimpulkan bahwa lahan yang digarap tersebut bukan merupakan lahan yang dikeramatkan atau dianggap sakral, dimana lahan tersebut diserahkan langsung oleh ahli waris Saudara Suhaini Asoi, Apabila lahan yang dipermasalahkan tersebut
diasumsikan sebagai tempat yang dikeramatkan atau disakralkan maka yang bertanggung jawab adalah pihak yang menyerahkan lahan tersebut", tegas Wawan Prasetyo.

Wawan Prasetyo menyampaikan, Ada kejanggalan dalam membuat  kesimpulan Notulen Rapat Kerja Komisi D DPRD  bersama Tim TKP3K Kabupaten Sintang tanggal 27 Oktober 2022 lalu, Awalnya Rapat kerja tersebut Akan melakukan investigasi ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang ada di lapangan yang  melibatkan para pihak terkait,  ternyata Kedatangan tim Komisi D DPRD dan Tim TKP3K Yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sintang Melkianus S.Sos pada Tanggal 16 November 2022 malah membuat sebuah keputusan dengan Penyelesaian Sengketa Adat yang
tertuang dalam berita acara tanpa terlebih dahulu merumuskan hasil investigasi, Kemudian Penyelesaian Sengketa Adat  tidak melibatkan pihak PT. LJA,  sedangkan pihak Ahli Waris selaku penuntut terlibat langsung dalam proses perumusan tuntutan Sanksi Adat sebagaimana tertuang dalam Berita Acara, Hal ini jelas merupakan keputusan sepihak, Pungkasnya.


Foto : Saat Penyerahan Uang 

Dikatakan Wawan Prasetyo, "Jelas Bahwa pelaksana kegiatan pekerjaan dilokasi yang dipermasalahkan oleh Ahli Waris, pada saat itu sebagai juru ukur adalah Boni kemudian  Doni sebagai operator exavator yang melaksanakan pekerjaan merintis keliling lahan, Mayori sebagai operator Dozer yang melaksanakan pekerjaan land clearing
(pembersihan lahan), Enus sebagai pemandu unit alat berat yang melaksanakan pekerjaan memandu
pekerjaan bondri lahan (rintis keliling lahan) dan land clearing (pembersihan lahan), sehingga dalam surat pernyataan diatas bermaterai tidak ada melihat Sandung, Toras, Temaduk, Makam yang berada di lahan yang diperkarakan diluar Gupung Botas Rimba", ujarnya.

Wawan Prasetyo mengungkapkan, Dalam surat pernyataan bermaterai Enus dinyatakan pada saat mengikuti pengecekan lahan oleh Forum Temenggung Adat Dayak Kecamatan dan Kabupaten Sintang pada hari minggu tanggal 15 Mei 2022 melihat dan mengetahui bahwa barang bukti kayu Toras fisiknya berupa Kayu Belian diambil oleh Kanot atas perintah Ketua Forum Temenggung Adat Dayak Kabupaten Sintang Drs. Andreas M. Calon dari dalam Gupung Botas Rimba, Kemudian Sesuai keterangan Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Serawai S, Ahong  tanggal 30 Oktober 2022 yang pada intinya menyatakan bahwa lahan yang dipermasalahkan merupakan lahan bawas dan ladang bukan situs sebagaimana dimaksud oleh ahli waris atau penuntut", ungkapnya.

Ada poin Dalam kesimpulan Notulen Rapat Kerja Komisi D DPRD Kabupaten Sintang bersama Tim TKP3K Kabupaten Sintang tanggal 27 Oktober 2022 menyatakan "Manajemen PT Lingga Jati Al-Manshurin, Ahli Waris serta Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang disengketakan selama proses penyelesaian sedang berjalan, Namun pada hari Jumat tanggal 4 November 2022 pihak Ahli Waris telah melakukan aksi demonstrasi anarkis dilokasi Wilayah Kerja PT.LJA dengan melakukan tindakan Penghentian aktivitas kerja PT. LJA dengan cara melakukan Pemagaran Adat atau Penyegelan Kantor dan Mess, Kemudian Pengrusakan, penjarahan, pencurian dan pembakaran aset PT Lingga Jati Al-Manshurin  Intimidasi dan pengancaman, jelas Wawan Prasetyo kembali.

Wawan Prasetyo melanjutkan, "Yang jelas Suhaini Asoi dari Bulan Juli 2020 sampai Bulan Juli 2022  dipekerjakan oleh PT Lingga Jati Al-Manshurin untuk mengurus lahan atau pemandu batas areal dan wilayah adat areal land clearing, Maka dari itu PT. LJA Secara tengas memutuskan, Menolak isi berita Acara penyelesaian Sengketa Adat Penggusuran Sandung Raden Patih Jaya Manjuk yang berlokasi di Desa tanjung raya  Dusun Riam Pangan Melona Kecamatan Serawai pada tanggal 16 November 2022 lalu, maka permasalahan ini akan Kami tempuh melalui Jalur Hukum Positif Sesuai dengan Perundang Undangan yang berlaku, Dan Saya meminta kepada Seluruh pihak terkait agar PT. LJA beroperasi seperti biasa tanpa adanya gangguan dan penghentian dari pihak penggugat", Pesannya.
//red. TIM

Kasus Penangkapan Zircon Desa Jetak Abu - Abu

By On November 21, 2022


Foto : Erikson


Sintang Kalbar - Penanganan Kasus ditangkapnya 61 Ton Zirkon atau Puya di Dusun Beringin Jaya Desa Nanga Jetak Kecamatan Dedai masih abu - abu dan sampai hari ini belum ada kejelasan dari Polda Kalbar Polres Sintang, demikian disampaikan  Erikson Ketua PWRI Sintang pada 22 November 2022 di Sintang.

Dijelaskan Erik, Penangkapan Pasir Zircon atau Puya tersebut menurut penjelasan Kapolsek Dedai telah diamankan Barang Bukti bersama tersangka AK pada Kamis 29 September 2022 lalu di Polres Sintang, " yang jadi pertanyaan kasus ini telah bergulir hampir Dua Bulan namun belum juga ada titik terang", jelas Erik.

Erikson mengungkapkan, " Saya sudah Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Sintang pada 21 November 2022 kemarin, Dan menurut Kejari Sintang, terkait kasus Zirkon atau Puya telah masuk di Kejaksaan Negeri Sintang, namun Tersangka beserta Barang Bukti masih di Polres Sintang", ungkapnya.

Dikatakan Erikson, "Seusai dari Kejaksaan Negeri Sintang, Selanjutnya kita ingin menindaklanjuti bergulirnya kasus penangkapan Zircon atau Puya di Jetak ke Kapolres Sintang, namun setibanya di Loby Polres Sintang Tommy Ferdian Tak kunjung dapat ditemui, sebab pada sebelumnya beliau sudah kita hubungi melalui Via Watshapp, Ajaibnya Setiap kita ingin melakukan Konfirmasi terkait penanganan Kasus di Polres Sintang, Kapolres Sintang tidak memberikan ruang kepada PWRI Sintang untuk diberikan penjelasan termasuk salah satunya Kasus Zircon, Ada apa sebbenarnya ini?, Jangan lagi ada terjadi Sambo Kedua Di Sintang ini!", sindirnya.

Sementara melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sintang Budi mengatakan, "Kasus ini sudah P21, hanya saja tersangka bersama Barang bukti masih di Polres Sintang, artinya kita masih menunggu 14 hari tahap kedua dari Polres Sintang untuk penyerahan Barang Bukti bersama tersangka", kata Kasi Pidum.
// red.tim

PETI Marak, Perintah Kapolri Seolah Dipandang Sebelah Mata

By On November 20, 2022


Foto : PETI Di Sungai Kapuas


Sintang Kalbar - Pekerja Tambang Emas Tanpa Izin ( PETI ) marak di Sintang di antara Jembatan Kapuas Sintang  sampai Sungai Ketungau Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Sementara jelas Kapolri Jenderal Listyo Singit telah mengintruksikan  kepada jajarannya agar menindak para pelaku kejahatan salah satunya penyakit masyarakat dan Tambang tambang Illegal di seluruh Indonesia, namun Perintah Kapolri seolah dipandang sebelah mata oleh Polres Sintang.

Faktanya 19 November 2022, Dari Pantauan www.shot14news.com dan tim awak media memantau langsung terjun ke lapangan, terdapat kisaran Ratusan Set mesin Jek bertenaga Fuso merusak lingkungan habitat di Sungai Kapuas dan Sungai Ketungau hingga air sungai Keruh.

Menurut pengakuan Pekerja yang tidak mau di tuliskan namanya mengatakan, "kami baru bekerja pak, kalo untuk setoran ada pak Satu juta Lima ratus Ribu per set ke oknum oknum", katanya saat ditemui di lapangan pada 19/11/2022.

// red,tim

Telkomsel Dan Indosat Rugikan Konsumen, Koneksi Internet Lemot

By On November 19, 2022


Foto : Tower Indosat Merakai

Sintang Kalbar - Warga masyarakat Perbatasan Malaysia - Indonesia Kecamatan Ketungau tengah Nanga Merakai sangat mengeluh dengan  kondisi jaringan Telkomsel dan Indosat semakin hari semakin tidak dapat di akses karena Lelet alias Lemot, dalam kondisi era serba Digital masyarakat sangat dirugikan dirugikan dengan membeli paket internet sementara jaringan internet tidak dapat di akses, demikian dikatakan Lim salah satu Warga Merakai saat dihubungi 20 November 2022.
Dijelaskan Lim, "Tak terhitung lagi Saya menyampaikan laporan Sinyal Lemot kepada pihak Manajemen Telkomsel dan Indosat, namun tak kunjung ada perbaikan, dan diabaikan begitu saja, sementara saya harus beli paket untuk keperluan Belajar mengajar anak anak sekolah walau kondisi sinyal lelet", jelas Lim.

Lim mengungkapkan, "Setiap hari kita sampaikan terkait  koneksi internet yang lelet, bahkan tidak bisa digunakan Indosat, Telkomsel sampai hari ini sinyal tidak stabil, Koneksi internet Telkomsel tidak bisa digunakan dengan baik, lelet bahkan tidak bisa sepanjang hari, Telkomsel selama ini, sinyal 4G+ tidak muncul lagi", ungkapnya.

Dijelaskan Lim, "Terkait koneksi sinyal internet Lelet di Kecamatan Ketungau tengah, Kasihan masyarakat pakai Uang isi pulsa beli Paket Data, dimana perlindungan kami sebagai konsumen kalau seperti ini?, Koneksi internet berbulan bulan bahkan bertahun tahun sudah di komplen tidak kunjung baik, sepanjang hari sepanjang malam kecepatan internet yang sangat kecil sekali bahkan tidak bisa digunakan", Sindirnya.

Kami berharap kepada Pemerintah, agar segeralah melakukan perbaikan terhadap leletnya Koneksi Internet Telkomsel dan Indosat di Kecamatan Ketungau Temgah, apalagi para Siswa Siswi SMA, SD Tidak lama lagi mengikuti Ujian Akhir Semester yang Berbasis Komputer", Pinta Lim.
// red.

MASYARAKAT BEDAHA MEMBANTAH, TIDAK ADA SITUS DIGUSUR PT. LJA

By On November 12, 2022

Sintang Kalbar - Menelisik terkait adanya dugaan penggusuran Makam, Sandung, Temadu, Turas yang dilakukan Oleh Perusahaan yang bergerak dibidang Perkebunan Kelapa Sawit PT. LINGGAR JATI ALMANSHURYN ( PT. LJA ) yang berlokasi di Desa Bedaha Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Tim Para awak Media yang dipimpin oleh Edison melakukan investigasi langsung kelokasi yang di sinyalir bersengketa antara Ahliwaris dan Pihan PT. LJA dan melakukan wawancara terhadap beberapa tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Bedaha pada tanggal 26-09-2022 lalu.

Setelah tiba dilokasi Tempat Kejadian Perkara dihadapan tim para awak media, Kepala Desa Bedaha, Ketua Adat, Tumenggung dan para tokoh masyarakat Desa Bedaha, Tambunan selaku Manejer  PT.LJA menjelaskan, "Suadara Asoy terlibat dalam pembukaan Lahan karena pada saat itu Beliau adalah Karyawan PT. LJA, kemudian menjadi Ketua tim pembebasan Lahan waktu itu, dan Asoy termasuk dalam penyerahan Lahan kepihak Perusahaan, Jadi seandainya ada Situs yang dikatakan digusur oleh pihak perusahaan PT LJA yang menyerahkan adalah Saudara Asoy, dan lagi pula kami tidak mengetahui adanya Situs yang di gusur menjadi lahan Perkebunan PT LJA", jelas Tambunan.

"Boni yang masuk dalam Tim pengukur lahan, Doni operator exsa, Mayori operator doser dalam pembukaan lahan PT Linggar Jati Almanshuryn, mereka tidak menemukan situs yang dimaksud oleh ahli waris Asoy(cs)", ungkap Tambunan.

Sementara Tumenggung Desa Bedaha menjelaskan, Pertama kali lahan tersebut digarap tahun 1986 oleh Almarhum Bapak Lili, Kemudian Penggarapan dilanjutkan oleh beberapa peladang lainnya antara lain Urai dan Bapak Sera pada Tahun 1991, Selanjutnya terakhir digarap oleh Bapak Naroh tahun 2013 semuanya merupakan warga  Desa Bedaha,  mengenai keberadaan Sandung, Temadu, Toras dan Makam  dilokasi tersebut seperti tidak ada  seperti yang di tuduhkan oleh Ahli waris Asoy (Cs) dan Forum Ketemenggungan yang dipimpin oleh Drs.Am. Calon", jelas Temenggung.

Disamping itu, Edison juga menanggapi, "Kepada Tokoh masyarakat Desa Bedaha, Desa begori, Dusun Melona Desa Tanjung Raya agar berkata jujur dalam mengungkap fakta yang sebenarnya dan tidak ada yang di tutupi supaya dapat dipertanggung jawabkan oleh semua pihak, baik secara Hukum Adat maupun  Hukum Positif, jika benar adanya Situs , Cagar Budaya seperti, Sandung, Temadu, Toras dan Makan yang katanya  di gusur oleh PT. LJA Seperti apa yang disampaikan oleh Ahli waris asoy (CS) yang di dampingi   Forum Ketemenggungan Kabupaten.sintang yang di pimpin DRS.A.m.Calon  maka untuk itu PT LJA wajib bertanggung jawab secara Hukim Adat maupun Hukum Positif, Dan sebaliknya jika tidak terbukti  tuduhan itu atau mengada ada untuk kepentingan politik pribadi, maka ahli waris (Asoy CS) dan Forum Ketemenggungan yang dipimpin DRS.a.m.Calon wajib juga bertanggungjawab baik secara adat maupun Hukum sesuai printah undang undang dan negara harus adil atas kejadian ini", tegas Edison.

Edison  juga meminta agar tidak main main dengan Situs/ Cagar budaya, adat budaya karena adat Budaya sebelum Indonesia merdeka adat sudah ada untuk itu jika benar maupun tidak benar atas kejadian pelanggaran hukum yang di maksud di atas masing masing pihak untuk dapat mempertanggung jawabkan sesuai printah undang undang NKRI", ungkapnya.

Edison Mengajak semua pihak agar dapat menjaga keamaan dan ketertiban baik di Desa Bedaha, Desa Begori, Dusun melona desa Tanjung Raya dan PT Linggar jati almanshuryn untuk dapat menahan diri Sampai ada keputusan dari pihak yang berwenang tentang kasus ini demi kenyamanan kita bersama", ajaknya.
// red.Mor, tim.