HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (18) BUMN (1) Business (15) Daerah (1361) Dana Desa (2) Disdiknas (1) Duka (4) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1156) Hiburan (15) hukum (50) Internasional (72) Kasus (9) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (52) Korupsi (9) KPUD (1) kriminal (31) Lakalantas (5) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (256) Parlemen (3) PEMDA (104) pendidikan (44) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (386) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (2) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (14) Umum (35)

Program Sapras Air Bersih Di Desa Tanjung Sari Dan Desa Senangan Jaya Itu Telah Sesuai Perencanaan



Shot14news.com-Sintang. Terkait pemberitaan mengenai proyek air bersih  yang diduga bermasalah di desa tanjung sari dan desa senangan jaya, Di tepis oleh pihak penerima pekerjaaan tersebut (kontraktor) CV Briliant.

Mujiman selaku pihak yang mengerjakan mengatakan lokasi desa yang kami kerjakan itu sesuai permintaan masyarakat di sana dan setelah kami ke lapangan masyarakat di sana juga katakan bahwa mengenai air bersih  sangat lah penting untuk warga desa sendiri karena warga tidak bisa mengharapkan air sungai yang semakin keruh.jelasnya.kemedia ini(9/2/2021)

Lanjut mujiman, “nah berangkat dari keluhan warga desa tersebut kami pun memperjuangkan kebutuhan masyarakat disana melalui program ADB ( Hibah Anggaran Bank Dunia) Dan kami pun dipercaya oleh Pihak NGO serta BPSKL untuk mengerjakan program Air bersih d 4 desa “bukan hanya dua desa saja”tegasnya.

“Pihak NGO pun sudah melakukan survei ke lokasi desa tersebut Dan itupun tidak sembarangan mereka lakukan survei nya”. Jadi setelah mereka lakukan survei dan bermusyawarah dengan warga desa di sana, ketemulah dua opsi yakni pembuatan sumur bor atau sanitasi air bersih”.

Berangkat dari usulan dan musyawarah Bersama empat perwakilan desa  ,sambung mujiman ,mereka meminta program Air bersih yang berjenis pompanisasi(menggunakan mesin pompa), setelah itu kami Bersama pihak terkait melakukan koordinasi dengan  pak Kartiyus selaku Kepala Bappedda Kab Sintang, dari hasil pertemuan kami sangat ditegaskan oleh pak kartiyus kalo untuk program sumur bor itu jangan dilaksanakan karena menurut data di desa tersebut bukan daerah cekungan Air Tanah(CAT) jadi kami pun Bersama NGO serta BPSKL bersolusi untuk melakukan penjernihan air saja,tapi kami juga mengukur dengan Dana yang sudah disediakan untuk 4 desa jadi adapun putusan yang akan kami kerjakan semua mesin pompa nanti kami gunakan Solarcell(panel Surya) dan kami pun sudah berkoordinasi dan itu sudah disepakati dengan warga disana juga, “di tengah perjalanan proses pengerjaan ada usulan yang dilandasi kekhawatiran warga di sana  karena pegalaman kegagalan program pamsimas yang sudah ada, jadi kami lakukan rapat musyawarah lagi dengan warga desa, sepakat lah untuk dilaksanakan pekerjaan Sumur Bor saja. Dan Kami pun selaku pihak penyelanggara sudah mengatakan bahwa di desa ini tidak ada Cekungtan Air Tanahnya berarti sangat sulit umtuk dapatkan mata air itu sendiri, tetapi oleh BPSKL meminta persyaratan tertulis dan perjanjian tertulis agar kami tidak dipersalahkan kemudian harinya apabila terjadi segala sesuatu hal yang menjadi masalah untuk warga desa setempat dan itu juga kami berlakukan di 4 desa titik lokasi yang akan kami kerjakan dan mereka sepakat dan terima .ungkap mujiman

Mujiman juga mengungkapkan “alhamdullilah semua sudah kami laksanakan dan sudah dilakukan serah terima ke perwakilan desa masing-masing , sebelum itu juga saya njuga sempat katakana untuk air dapat terus mengalir semua warga harus lah gotong royong untuk membantu opersional mesin pompa nya,agar semua dapat juga merasakan air bersih, “jadi kesimpulan nya untuk semua program di 4 desa tersebut kami laksanakan tanpa ada permasalahan karena, kami pun menggunakan tenaga ahli penggali sumur bor orang setempat juga, dengan adanya adanya pemberitaan yang mengatakan tidak selesai semua itu tidak benar, karena setelah pemberitaan tim kami langsung cek kelapangan. Dan semua itu masih berfungsi kok” hanya saja alat seperti pompa dan lainya di amankan di kantor Desa masing-masing karena adanya permaslahan warga disana tidak mau gotong royong mengenai pembiayaan mesin pompa karena sollarcell(panel surya tak ndapat mendukung juga harus di bantu dengan pompa menggunakan bahan bakar.tutupnya (Red/tim)

Previous
« Prev Post