HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (12) BUMN (1) Business (15) Daerah (1361) Dana Desa (1) Disdiknas (1) Duka (2) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1156) Hiburan (15) hukum (50) Internasional (72) Kasus (9) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (47) Korupsi (8) KPUD (1) kriminal (27) Lakalantas (5) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (256) Parlemen (2) PEMDA (93) pendidikan (44) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (362) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (2) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (14) Umum (35)

Jalan Provinsi Sintang Ketungau Tengah Layaknya Burket

 

S14n Sintang - Warga Masyarakat Tiga Kecamatan yakni Ketungau Hilir , Ketungau Tengah , Ketungau Hulu mengeluh saat melintasi Jalan Jalan Poros atau yang sering di sebut Warga Jalan Lintas Provinsi artinya Jalan Tersebut  Kewenangan Provinsi Kalimantan Barat, Dengan Kondisi saat ini Layaknya Seperti Bubur Ketek ( Burket ) di musim penghujan.

Iwan warga Masyarakat Ketungau yang sehari harinya Mencari nafkah melintasi jalan tersebut mengatakan, " Kami tidak bisa ngomong apa pak  pak, Kondisi Jalan seperti ini  Layaknya Burbur Ketek, Kami sebagai Driver hanya bisa menikmati pemandangan ini, Yang pasti dengan Kondisi Jalan hancur seperti ini kami sangatvmengeluh pak, Jelas Berpengaruh terhadap Kondisi harga bahan Pangan, Contoh LPG Melon Subsidi 3 Kilo Gram saja telah mencapai harga  Rp 40.000 sampai Rp 50.000 Rupiah per Tabungnya, Kenaikan Harga tersebut akibat Rusak parahnya Jalan lintas Provinsi",  ungkap Iwan pada Media shot14news.com pada Minggu 6/12/2020.

Iwan Berharap Kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, DPR RI, DPRD Provinsi, Untuk memperhatikan keluhan warga Perbatasan Malaysia Indonesia ini, " Masak Dari Sintang menuju Kecamatan Ketungau Tengah Nanga Merakai memakan waktu 10 Jam perjalanan, pada hal Jarak Tempuh hanya sekitar 100 Kilo Merter ", sindirnya.

Dari Pantauan wartawan Media Shot14news.com, terpantau Kondisi Jalan Poros Sintang Nanga Merakai hampir Merata mengalami Rusak Parah, hingga menghambat pertumbuhan Ekonomi masyarakat di Tiga Kecamatan, Apalagi Bulan Desember Tahun 2020 memasuki hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, Dampak Jalan Rusak bisa mengakibatkan Stok Pangan Berkurang dan Harga Bisa Meroket, hingga Daya Beli masyarakat terpuruk

(red.)

Previous
« Prev Post