HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (12) BUMN (1) Business (15) Daerah (1361) Dana Desa (1) Disdiknas (1) Duka (2) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1156) Hiburan (15) hukum (50) Internasional (72) Kasus (9) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (47) Korupsi (8) KPUD (1) kriminal (27) Lakalantas (5) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (256) Parlemen (2) PEMDA (93) pendidikan (44) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (363) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (2) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (14) Umum (35)

Ditahun 2019 - 2020, Data Grafik Jumlah Kasus Yang Terjadi di Wilkum Polres Sekadau Relatif Menurun

 

S14n Sekadau - Kapolres Sekadau, AKBP K. Trie Pamunko, S.Ik., MM., didampingi Kabag OPS, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba dan Kasat Lantas serta jajarannya, menyampaikan Anev data kasus pada tahun 2020 kepada para awak media yang berlangsung di aula Bhayangkara Patriatama Mapolres Sekadau, Rabu, 30/12/2020.

Dalam releasenya, Kapolres menjelaskan bahwa di tahun 2019 - 2020, data grafik jumlah kasus yang terjadi di wilkum Polres Sekadau relatif menurun.

Adapun jenis-jenis kasus kejahatan yang kita rangkum termasuk jenis kejahatan Konvensional, Transnasional, Kekayaan Negara, dan Kontijensi. Dan termasuk juga kasus kriminal, narkoba dan lakalantas, katanya.

Lanjut Kapolres, dikesempatan ini saya beserta jajaran memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Sekadau atas kekurangan kami dimana, mungkin masih banyak kekurangan dalam melayani masyarakat termasuk belum maksimalnya kinerja kami untuk menuntaskan kasus.
Dan itu tidak lepas dari tupoksi kami selaku Polri yaitu menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat itu sendiri.

Trie Pamunko juga menjelaskan rincian perbandingan data kasus kejahatan per tahun 2019 - 2020 kepada para jurnalis yang hadir, ada 4 data jenis kejahatan :
1. Kejahatan Konvensional (tahun 2019 sebanyak 70 kasus, tahun 2020 turun menjadi 55 kasus).
2. Kejahatan Transnasional (tahun 2019 sebanyak 15 kasus turun menjadi 9 kasus).
3. Kejahatan Kekayaan Negara (tahun 2019 sebanyak 1 kasus, tahun 2020 tetap 1 kasus).
4. Kejahatan Kontinjensi (tahun 2019 sebanyak 1 kasus, tahun 2020 kosong). 
Artinya, jumlah kasus dari tahun 2019 ke 2020 relatif menurun, ujar Kapolres.

Sementara jumlah kriminalitas pada tahun 2020 :
1. Permainan judi, 0 kasus.
2. Penganiayaan Berat, 0 kasus.
3. Curas, 2 kasus.
4. Pencurian Biasa, 9 kasus.
5. Pencurian dengan Pemberatan, 4 kasus.
6. Curanmor, 1 kasus.
7. Penipuan/Perbuatan Curang, 0 kasus.
8. Narkotika, 8 kasus.
9. Penggelapan, 3 kasus.
10. Pembunuhan, 1 kasus.
11. Miras, 0 kasus.
12. Cabul, 5 kasus.
13. Persetubuhan dengan anak dibawah umur/UU anak, 5 kasus.
14. Laka Lantas (MD), 2 kasus.
15. Laka Lantas (LB), 2 kasus.
16. Pemerasan dan Pengancaman, 0 kasus.
17. Uang Palsu, 0 kasus.
18. Mengakibatkan Orang Luka/Aniaya, 0 kasus.
19. Perzinahan, 0 kasus.
20. Ujaran Kebencian, 1 kasus.
21. Illegal Mining, 2 kasus.
Jumlah total data kasus pada tahun 2020 sebanyak 45 kasus.

Nah, dari data yang sudah kita Anev ini menunjukkan penurunan grafik tingkat kriminal yang terjadi di Kabupaten Sekadau ini.
Hanya saja untuk penanganan kasus Narkoba, memang tetap kita prioritaskan, ujarnya.


Untuk kategori penindakan laka Lantas :
Sanksi tilang pada tahun 2019 sebanyak 4605 kasus dan tahun 2020 turun menjadi 907 kasus. Trend 3698, atau 80%.
Teguran, pada tahun 2019 sebanyak 1865 kasus dan tahun 2020 meningkat menjadi 1921 kasus.
Trend naik 56 atau 3%.

Data laka Lantas :
Jumlah laka pada tahun 2019 sebanyak 20 kasus, meninggal dunia 13 orang, luka berat 10 orang, luka ringan 1 orang.
Kerugian material sebesar Rp. 71.600.000,-

Jumlah laka pada tahun 2020 sebanyak 22 kasus, meninggal dunia 11 orang, luka berat 16 orang, luka ringan 1 orang. Kerugian material sebesar Rp. 56.500.000,- (Turun 15.100.000).

Hanya ini yang bisa saya sampaikan kepada rekan-rekan media, supaya dipublikasikan.
Dan faktor kecelakaan itu bukan bersumber dari pengendaranya saja, tapi juga unsur dari kondisi fisik jalan itu sendiri yang kurang memungkinkan.
Jadi saya imbau agar masyarakat selalu tertib dan santun dijalan, imbaunya.

Diakhir konpers, Kapolres juga menyampaikan Maklumat Kapolri dengan nomor Mak/4/XII/ 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 23 Desember 2020 itu berisikan tentang Kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Libur Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kita berharap supaya masyarakat disaat perayaan malam Tahun Baru, tidak perlu membuat acara ataupun kegiatan yang sifatnya berlebihan/mengundang orang untuk berkumpul ataupun berkerumun.
Cukup kita rayakan sendiri dan berdoa didalam rumah bersama anggota keluarga.
Mari kita bersama-sama menjaga, serta mengantisipasi Covid-19 ini dengan selalu mematuhi peraturan pemerintah, pungkasnya mengakhiri...!?

 (Almanso)

Previous
« Prev Post