HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1155) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1139) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (112) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

SPBU Nomor : 64 786 13 Izinkan Antri Gunakan Drum





S14n Sintang - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU )  nomor : 64 786 13 yang tidak Jauh dari Simpang Paoh Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Kalimantan Barat   Dengan santainya dan Diduga Kebal Hukum dengan mengizinkan  Pengantri Bahan Bakar Minyak ( BBM )  dengan menggunakan Tangki Siluman berupa Jerigen dan Drum, Pemandangan ini  terlihat saat Awak Media Shot14news.com dan Tim Media Lainnya melintas didepan SPBU tersebut dan melihat deretan sejumlah pengantri ada yang menggunakan mobil pick Up berisi Drum sedang mengisi BBM.

Hardi Petugas Dari pihak   SPBU   nomor 64 786 13   mengakui  " Yang Antri juga orang setempat pak, Pengantri yang sudah terdaftar dan juga telah mengantongi surat Ijin mengantri yang dikeluarkan oleh pemerintah Kecamatan jelas Hardi Kepada para Awak Media di Ruang Kerjanya pada Senin  5 Oktober 2020.

"Kegiatan mengantri sudah lama pak, menggunakan surat dari pihak Kecamatan, Dan lagi pula Kalian tidak ada hak untuk mempertanyakan dan melihat surat izin mengantri, Hanya dari Kepolisian yang berhak memeriksanya", tegas Hardi.

Hal ini telah sesuai dengan surat Rekomendasi Kecamatan, ungkap Hardi  sambil memperlihatkan surat izin mengantri ditangannya dari jarak jauh kepada Para awak Media.

Ditempat terpisah Salah satu pengantri yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan kegiatan menggunakan Drun dan Jerigen sudah biasa,  yang pasti setiap distribusi minyak masuk dari Depot Pertamina di situ juga pengantri masuk, katanya pada para awak media.





Ditempat Terpisah Tedy Anggota PW GNPK RI Kalbar mengomentari , Kegiatan Usaha Hulu dilaksanakan dan dikendalikan melalui Kontrak Kerja Sama. kegiatan Usaha Hulu dilaksanakan oleh Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap berdasarkan Kontrak Kerja Sama dengan Badan Pelaksana, Sedangkan Kegiatan Usaha Hilir dilaksanakan oleh Badan Usaha setelah mendapat Izin Usaha dari Pemerintah, katra Tedy.

Izin Usaha yang diperlukan untuk kegiatan usaha Minyak Bumi dan/atau kegiatan usaha Gas Bumi dibedakan juga yaitu, Izin Usaha Pengolahan, Izin Usaha Pengangkutan, Izin Usaha Penyimpanan, Izin Usaha Niaga, "Kami melihat, menilai dan mengkaji dalam hal ini sudah menjadi kegiatan SPBU untuk medapatkan keuntungan diluar dari harga HET, Rekomendasi Desa hanya untuk mendapatkan minyak Subsidi, bukan untuk masyarakat yg sangat membutuhkan BBM ber Subsidi", Peruntukannya Juga harus jelas, Ketika ada SPBU yang mengizinkan pengantri menggunakan Jerigen atau Drum, Bisa di Pertanyakan Legalitasnya  Apabila Bersalah SPBU yang bersangkutan Bisa di ambil Langkah Hukum, Dan tidak ada yang Kebal Dengan Hukum, ungakp Tedy

Yang pasti ada aturan yang harus di pedomani, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2009, Pasal 1 angka 20 UU Migas, Pasal 23 UU Migas, Pasal 1 butir 17 jo. Pasal 23 ayat (1) UU Migas, Pasal 32 UU Migas, jelas Tedy.(Red/tim)

Previous
« Prev Post