HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1162) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (118) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Ini Penjelasan Bupati Sekadau Terkait Kegiatan Di Kecamatan Nanga Taman


S14n Sekadau - Bupati Sekadau Rupinus, SH. Msi menjelaskan kegiatan yang dilakukan dirinya sebagai Bupati pada saat Deklarasi stop buang air besar sembarangan di Desa Nanga Mentukak Kecamatan Nanga Taman pada tanggal 18 Agustus 2020 lalu. 

Bupati mengatakan kehadiran dirinya di desa Nanga Mentukak di undang kepala Desa dan juga Camat Nanga Taman dalam rangka Deklarasi Open Defecatian Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan, " terang Bupati Rupinus kepada media ini, jum'at (21/8/2020) sore. 

Dalam kegiatan tersebut sambutan bupati Rupinus, ia mengapresiasi swadaya masyarakat atas kerja sama secara bergotong royong mengerjakan tempat pembuangan air besar. 

" Saya sangat mengapresiasi kegiatan masyarakat dalam bergotong royong dan juga pihak yang terlibat, seperti kepala desa, puskesmas, dinas kesehatan, polsek, koramil, camat " Terang Bupati. 

Bupati menjelaskan karena desa Nanga Mentukak dan juga desa Rirang Jati merupakan desa yang sudah seratus persen (100%) stop buang air besar sembarangan, artinya di setiap rumah sudah punya kakus atau wc, ini menunjang program pemerintah daerah sesuai peraturan bupati No 51 tahun 2017 tentang gerakan sanitasi berbasis masyarakat (STBM).

"yang mana STBM terdiri dari 5 pilar, salah satunya pilar pertama adalah stop buang air besar sembarangan, itu terkait dengan kebersihan lingkungan, karena 40% penyakit atau kesehatan manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan, " Turur Bupati Rupinus. 

Bupati melanjutkan karena kabupaten sekadau sudah 74% stop buang air besar sembarangan, dan untuk kecamatan Nanga Taman sudah 86%, semoga untuk kecamatan Nanga Taman bisa mencapai 100% stop buang air besar sembarangan. 

Selain itu kata Bupati ia juga menjelaskan beberapa hal terkait pembangunan, karena ada yang mengatakan bahwa Sekadau tidak ada pembangunan, oleh karena itu Bupati meluruskan jika untuk pembangunan sudah maksimal. Karena bupati tidak mau masyarakat di bohongi bahwa tidak ada pembangunan. 

" di setiap kecamatan sudah maksimal pembangunan sesuai dengan kemampuan anggaran, baik jalan jembatan dan pasilitas lainnya, namun jika ada yang belum maksimal karena masih keterbatasan anggaran, "jelas bupati. 

Bupati juga tidak menampik jika dalam sambutan tersebut bupati juga menyinggung masalah Pilkada karena menurut bupati banyak masyarakat bertanya kapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) kabupaten Sekadau. 

" Sosialisasi Pilkada itu penting , kalau kita tugaskan penyelenggara, Bawaslu, KPU sampai kejajaran di bawah, mereka sangat keterbatasan, maka di bantulah oleh pemerintah daerah termasuk kita- kita, seperti paslon, tim sukses untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tahun 2020 tepatnya tanggal 9 Desember kita pemilihan, " Ucap bupati. 

Penulis: Almanso

Previous
« Prev Post