HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1158) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1140) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (115) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Aniaya Istri Anggota BPD Sungai Labi, Korban Buat Laporan Polisi

Marsilus Marjono
S14n Sintang - Istri dan Kedua Anak Perempuan Bersama Oknum Kepala Desa Sungai Labi Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Diduga melakukan penganiayaan terhadap Seorang Istri Anggota BPD Desa Sungai Labi, Kejadian ini terjadi pada Rabu 19 Agustus 2020 sekitar Pukul 18.00 Wib dirumah Korban, dan telah dilaporkan ke Kantor Polsek Kelam Permai Pada Kamis 20 Agustus 2020.

Adapun Korban adalah Inisial AAP kelahiran Tahun 1975 yang berumur sekitar 46 tahun Diduga di Aniaya oleh Oknum Kepala Desa dan Istri dan Kedua anak perempuannya  di Kediaman Korban, yang mana pada saat itu Suami korban sedang tidak berada di Rumah.

Ketika dikonfirmasi Suami Korban Marsilus Marjono Menjelaskan, "Sesuai keterangan dari Istri saya AAP Selaku Korban, Sang Istri Baru selesai Mandi setelah itu tiba tiba oknum Kepala Desa Sungai Labi Inisial SI sendirian datang langsung masuk kedalam rumah kami, sementara istri saya sedang menghidupkan Televisi, kemudian Oknum Kepala Desa membuka Bajunya mungkin mau memperkosa istriku saya, Istri saya berontak, tidak lama kemudiaan Istri Kades inisial A datang bersama kedua Anaknya inisial E dan N, langsung ingin matahkan tangan istri saya, hingga Tangan sebelah Kiri mengalami pembengkakan dan luka akibat cakaran kuku, setelah dikeroyok, Oknum Kepala desa bersama Istri dan kedua anak perempuannya, Setelah Keluarga Saya berdatangan kerumah saya, Kemudian Oknum Kepala desa bersama anak istrinya lari, Dan untuk Motifnya saya tidak tau pak, Mungkin dia dendam, karena saya laporkan Anggaran Dana Desa ditahun 2017 lalu yang tidak dikerjakan, jelas Marsilus kepada para Awak Media Di Halaman parkir RSUD M Djoen Sintang 20/8/2020.

Korban AAP
Marsilus mengatakan Pada saat Kejadian Saya Tidak berada di Rumah, Saya Berada di Merimpit, Sementara Korban AAP telah dilakukan Visum oleh Dokter Rumah Sakit Umum yang didampingi oleh Suami dan Dua orang Anggota Polsek Kelam Permai, setelah dibuat Laporan, kata Marsilus.

Seusai dilakukan Visum terhadap Korban AAP, Para Wartawan menghamnpiri ingin melakukan Wawancara Langsung terhadap Korban Alest, Yang mana Pada Awalnya Sebelum dilakukan Visum Korban mau di wawancarai, kemudian setelah dilakukan Visum terlihat Korban dan suami Korban terdiam dan tidak mau berbicara terkesan ketakutan dan sepertinya Ada yang rahasiakan, Korban Tidak di Izinkan memberikan keterangan kepada wartawan oleh Anggota Polsek Kelam Permai," Korban Belum di izinkan Polisi diwawancarai sebelum dibuat Berita Acara Pemeriksaan ( BAP ) di Polsek, setelah BAP baru Bisa di wawancarai", kata oknum Anggota Polsek Kelam Permai, Diparkiran RSUD M Djoern Sintang Kepada Para awak media, Ketika ditanya Apakah memang
Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Kepolisian Korban tidak di izinkan untuk di wawancara oleh Wartawan?, Kemudian tidak menjawab langsung masuk kedalam mobil dan berangkat.


Kemudian Korban AAP Kembali di bawa ke Mapolsek Kelam Permai untuk memberikan penjelasan terkait kronologi Kejadian, dan Sampai berta ini diturunkan belum diketahui Motif kejadin yang sebenarnya.( Tim )

Previous
« Prev Post