HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1172) Duka (1) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1143) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (126) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

SEORANG IBU DI ENSAYANG DITEMUKAN TEWAS TENGGELAM


S14n Sekadau - Nahas kejadian yang menimpa Inisial S (62) seorang ibu warga dusun Ensayang, desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, bagaimana tidak ia tewas setelah terbawa arus sungai saat hendak pulang dari ladang.

Kapolsek Nanga Mahap, IPTU Ambril, SH., M.AP., membenarkan kejadian tersebut, ia menjelaskan kronolgisnya berdasarkan keterangan para saksi, pada hari selasa tanggal 14 juli 2020 korban bersama kedua anak kandung dan satu keponakan yakni, Rani (20), Antek (29), serta Rusia (45) pergi ke ladang untuk melakukan pekerjaan bertani di ladang.

Sekira pukul sekira jam 07.00 wib keempat orang tersebut pergi ke ladang yang berjarak kurang lebih 3 km dari rumah korban melalui jalur sungai menggunakan perahu/sampan, setelah selesai bekerja di ladang, sekira jam 14.30 wib korban bersama kedua anak kandung dan satu orang keponakannya pulang ke Nanga Ensayang.

Sekira 30 menit menempuh perjalan pulang, perahu/sampan tiba-tiba karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang karena debit air sungai meluap (air pasang) dan berarus deras.

"Sesaat setelah perahu/sampan karam, anak kandung korban dan keponakan korban berhasil meyelamatkan diri masing-masing ke tepi sungai, sedangkan korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terbawa arus sungai dikarenakan korban tidak bisa berenang" terang Kapolsek, Kamis (16/07/2020).

Kedua anak kandung beserta keponakannya tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pertolongan, karena arus sungai yang sangat deras, sehingga mereka memutuskan untuk pulang ke dusun Ensayang untuk memberitahukan kejadian tersebut dan meminta pertolongan.

Mendengar informasi tersebut, warga setempat segera melakukan pencarian terhadap korban menggunakan 4 unit perahu dengan menyusuri sungai Ensayang, namun hingga sore hari korban belum ditemukan, pencarian terpaksa dihentikan dan dilanjutkan keesok harinya dengan pertimbangan arus yang sangat deras, dan keadaan disekitar pencarian sudah gelap sehingga jarak pandang terbatas.

Pada Rabu 15 Juli 2020 sekira pukul 06.00 wib pencarian dilanjutkan dengan menyusuri sungai Ensayang, lagi-lagi korban tidak ditemukan, kemudian area pencarian diperluas yang dibantu dari Polsek Nanga Mahap dengan menyusuri sungai Kenyabur.


Korban baru ditemukan sekira pukul 15.00 wib di Teluk Mawang yang berjarak sekitar 5 KM dari titik lokasi perahu karam.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan tubuh tertimbun pasir di sela-sela akar pohon, hanya bagian kaki korban yang terlihat di atas permukaan air sungai", jelas Ambril.

Selanjutnya korban dievakuasi dan segera dibawa ke rumah duka yang berada di dusun Ensayang, dalam hal ini keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima atas kematian korban.
(Almanso)

Previous
« Prev Post