HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1161) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (117) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Ketungau Tengah Diduga Jadi Ajang Bisnis


S14n Sintang, Masyarakat Penerima Program Pemerintah akibat dampak Pandemi Covid-19 telah mengeluarkan program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) bagi Keluarga Penerima Mamfaat ( KPM ) Di seluruh Indonesia, Secara Khusus Di Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat menyambut bantuan tersebut dengan baik,  Anehnya Justru Program BPNT tersebut diduga jadi ajang Bisnis bagi pengusaha Toko Usaha Baru yang menjadi Agen Mandiri penyaluran Sembako yang diduga berkooporasi dengan oknum petugas Pendamping Penyaluran Bantuan tersebut, Kejadian ini saya ketahui saat masyarakat Keluarga Penerima Mamfaat mengeluhkan mekanisne pengambilan sembako dengan Harga sembako yang begitu mahal, demikian kata Sandy Anggota PW Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia ( GNPK- RI ) Kalimantan Barat, Di kediamannya 9/05/2020.
Sandy menjelaskan Keluarga Saya selaku penerima Mamfaat  hanya mendapatkan Beras merek TJ 8 kg  1 sak, ikan teri 1/2 kg, telur 18 butir,  ketika saya menyusul ketoko penyedia Sembako BPNT yang ada di merakai, pemilik toko berdalih seharusnya keluarga saya mendapatkan tambahan 1 sak lagi beras TJ dan daging ayam 2 kg, menurut penyalur sembako, itu kesalahan anak buahnya.
"Jadi saya berharap kepada pihak terkait agar mengawasi penyaluran BPNT khusus di nanga Merakai, kemudian agar Menindak pelaku Usaha Nakal yang mencari keuntungan di masa Pandemi Covid -19, pinta Sandy.
Menurut Warga Penerima Mamfaat Kristin menjelasksan, Uang yang saya tarik di toko sebesar Rp 400.000,-, dan belanja sembakonya, Beras 2 sak dengan timbangan 8 kg per sak, telur 18 butir, ikan teri 1/2 kg, ayam2 kg, Kita Minta kwitansi Belanja tidak mau diberikan, Jadi Uang saya Rp 400.000,- di paskan untuk sembako, jelasnya, "
Menurut Warga Penerima Mamfaat lainnya yang tidak mau disebut namanya juga  menjelaskan, bahan Pangan Sembako yang saya terima antara lain yaitu Beras merek TJ dengan berat timbangan 8 Kg 1 Sak, Telur 18 Butir, Ikan teri kelas C 1/2 kg, Sementara Uang yang saya Tarik dari ATM pemilik toko Rp 200.000,-,jelasnya.
Ketika dikonfirmasi Media Shot14news.com bersama tim,  Andre pemilik Toko Usaha Baru Nanga Merakai mengakui," Kita ditunjuk sebagai penyalur program Bantuan Pangan Non Tunai khusus di Merakai, kita beli dari sintang 1 sak beras TJ 8 kg seharga Rp 105.000,-, kemudian kita jual di Merakai Rp 110.000,- per sak, Kemudian ketika penerima mamfaat menarik uang dari ATM kita, kita kenakan jasa penarikan sebesar Rpo 15.000,-, ungkap Andre.

"Terkait penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai yang kita serahkan ke penerima mamfaat per kepala keluarga yaitu Beras Merek TJ 8 Kg seharga Rp 110.000,-, Ayam Potong 2 kg Rp 100.000,-, Telur 18 Butir Rp 40.000,-, dan Ikan Teri biasa 1/2 kg Rp 40.000,- dan diluar itu mengenai penarikan Uang dari ATM kita Rp 15.000,-, Kita sebagai penyalur tidak ada Komisi, jadi keuntungan Kita ambil dari harga barang, Dan jumlah Penerima Mamfaat yang kita layani sekitar 800 Kepala Keluarga Sekecamatan Ketungau Tengah di bulan April 2020 lalu, jelas Andre.
Terkait mekanisme penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai, Lebih jelasnya silahkan di pertanyakan kepada pak Hesron selaku Pendamping, karena kita bekerja sama dengan Pak Hesron, kata Andre.(red.Tim)

Previous
« Prev Post