HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1161) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (117) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Warga Desa Pekayau Sepauk, Pagar Akses Jalan Menuju PT Jake Sarana


S14n Sintang, Masyarakat Desa Sinar Pekayau Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang  Kalimantan Barat melakukan Pemagaran akses Jalan Menuju  PT Jake Sarana yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit pada Senin 20/01/2020, kejadian ini diketahui setelah adanya informasi dari masyarakat setempat bahwa akan dilakukan pemagaran jalan menuju perusahaan yang ad di Desa Sinar Pekayau, Kemudian Pemagaran Jalan tersebut yang di laksanakan dengan menggelar Ritual Adat dengan meletakka sebuah Tempayan, hal tersebut dilakukan warga karena ketidakpuasan masyarakat Petani dengan pihak perusahaan karena belum ada konversi lahan, dan Penutupan akses jalan perusahaan PT Jake Sarana telah berlangsung sekitar 2 mingguan.

Salah Seorang Warga Masyarakat Petani yang sering Disapa Bapak Su menjelaskan, Bahwa Tahun tanam sawit di PT Jake Sarana dimulai pada tahun 2008 silam dan hingga hari ini tahun 2020 belum juga ada konversi lahan Plasma milik Masyarakat, "Jadi kami meminta kepada pihak-pihak terkait atau Presiden atau Pemerintah Daerah ,Wakil Rakyat segera turun tangan untuk membantu kami warga masyarakat dalam mendukung menuntut apa yang menjadi hak kami masyarakat Sinar Pekayau", harap Su.

Su juga menyatakan "bahwa kami merasa dirugikan karena sudah belasan tahun sawitnya produksi, tapi kami tidak pernah tau entah dimana letak kapling sawit yang menjadi hak kami berada, Sementara cost yang kami terima juga tidak pernah jelas setiap bulannya, Karena memang tidak ada daftar rincian pemotongan biaya secara detail.
Sebab kami petani menerima perbulan hanya rata-rata Rp. 200.000 per kapling  tanpa ada rincian dengan jelas, tegas Su.
Warga masyarakat lainnya yang tidak mau disebut namanya, Kami sebagai petani yang sudah menyerahkan lahan, tolong lahan yang kami serahkan secepatnya di konversi supaya jelas dimana kapling sawit yang jadi hak milik kami, sesuai dengan andendum diawal penyerahan lahan, Sebelum pihak perusahaan mengabulkan permintaan kami, jalan lahan yang kami pagar tidak akan dibuka. Ungkap warga ini dengan tegas.

Ditempat terpisah media Shot14news.com dan Tim awak media Lainnya melakukan konfirmasi kepihak PT Jake Sarana, Ambarita selaku bagian Humas mengatakan, Pada intinya pihak perusahaan selalu memberikan yang terbaik bagi warga, Kita memang belum ada aktivitas seperti biasa sejak ada pemagaran oleh warga tersebut, Sebelumnya memang telah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan warga seperti permintaan warga tersebut,ungkap Ambarita, Jadi pada prinsipnya, kita tetap menghargai warga, Dan kita tetap menunggu pihak warga kapan kedua belah pihak mediasi, Karena melakukan konversi seperti permintaan warga ini tetap ada jenjangnya, jelas Ambarita saat ditemui dikantornya 31/01/2020. (red.Tim)

Previous
« Prev Post