HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1169) Duka (1) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1142) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (124) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Sekretaris DISDIKBUD Sintang, Sebut Dugaan Pungli SD N 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu Tidak Terlalu Urgent

SEkdisdikbud Sintang M Ukis
S14n Sintang, Menanggapi adanya Dugaan Pungutan Liar (Pungli)  Pembelian Sampul Raport oleh kepala Sekolah Dasar Negeri 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Melalui Sekretaris Magdalena Ukis mengatakan, Bagi Kepala Sekolah yang bersangkutan " Kita akan melakukan pemanggilan dan meminta penjelasan tentang Dugaan Pungli tersebut, Apakah benar informasi tersebut, Kata Magdalena Ukis  dengan tegas, saat ditemui diruang kerjanya 11/02/2020.

"Kita pastikan besok Rabu (12/02/2020 ) SD N 12 Sungai Risap akan kita telusuri informasi ini, apabila memang terbukti akan kita tindak , Sebab sangat sering disosialisasikan dan di ingatkan  kepada para kepala sekolah agar berhati hati dalam menetapkan kebijakan, dan Saya juga belum bisa memberikan tanggapan karena kita belum melakukan pengecekan kebenarannya", jelas M.Ukis

Apabila ada pungutan melalui Komite dan tidak ada keberatan dari pihak orang tua siswa, Tanpa melalui Kepala sekolah, itu sah sah saja dan masih bisa diperbolehkan, artinya Orang tua murid bersama Komite yang membeli langsung, akan tetapi apabila kepala sekolahnya secara langsung menanganinya yah tidak boleh, Kemudian Sampul Raport itu tidak diwajibkan atau tidak diharuskan bagi anak didik, Apalagi Anak didik harus membeli Sampul Raport yang cukup Mahal ( seharga Rp 60.000 Rupiah)" Ungkap Magdalena U.


Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan  menambahkan, "Mengenai Kasus Sampul Raport SD N 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu, Sebenarnya menurut saya tidak terlalu Urgent juga, maka dari itu kita harus mendengarkan langsung keterangan dari Kepala sekolanya, Kemudian kita harus mengetahui bentuk pungutannya apa, harganya berapa, kegunaannya untuk apa, lalu kami ada pengawas, dan perlu juga dipahami bentuk pengumpulan uang tersebut boleh apabila ada masyarakat yang Empati memberikan sumbangan, dan itu dilakukan oleh Ketua Komite dan Bukan Guru, Artinya yang menangani harus Ketua Komite sekolah yang bersangkutan dan Bukan Pihak sekolah", tambahnya.(red.hum)



Previous
« Prev Post