HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1161) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (117) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Diduga Pungli, Kepala Sekolah SDN 12 Sungai Risap Kumpulkan Uang Beli Sampul Raport Siswa


S14n Sintang,  Kepala Sekolah Dasar Negeri 12 Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu Diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli)  Bagi orang tua murid.

Adapun dugaan Pungutan Liar tersebut Berupa Uang Sebesar Rp 60.000 Rupiah per siswa yang diperuntukkan membeli Sampul Buku Raport Siswa siswi SD N 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu.

Informasi ini diketahui oleh media shot14news.com Bersama Tim awak Media lainnya  Berdasarkan Informasi salah satu Orang Tua Murid SDN 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu kecamatan Binjai Hulu kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Salah satu Orang Tua Murid SDN 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu yang namanya tidak mau di tuliskan Mengakui bahwa " Memang betul pak, Anak kami di pungut Biaya untuk membeli Sampul Raport Sebesar Rp 60. 000 rupiah, tagihan itu sangat memberatkan kami, dan tidak ada pemberitahuan terhadap orang tua murid sebelumnya atau komite dan itu sepihak, dan sesuai dengan pernyataan saya ini,  saya berharap agar ada ketegasan dari Saber pungli Sintang, tegasnya,saat ditemui si Sintang bulan januari lalu. 

Sementara ditempat terpisah Kepala Sekolah SDN 12 Sungai Risap Mensiku Bersatu mengatakan, Mengakui bahwa dirinya telah mengumpulkan Sejumlah Uang, " Memang kita lakukan pengumpulan uang tersebut untuk membeli Sampul Raport anak didik Sebesar Rp 60 000 Rupiah,  dan itu atas Dasar kesepakatan orang tua murid", ungkap Tabita.

Tabita menjelaskan, "Mengenai Sampul Raport tersebut, Orang tua murid yang membeli lewat sekolah dan baru kita membeli sesuai dengan uang yang terkumpul. Kemudian Sampul raport beli di sebuah toko ATM dijalan MT Haryono Sintang Seharga Rp 55.000 Rupiah, namun kita serahkan ke siswa Dengan harga Sebesar Rp 60.000 Rupiah, dan itu telah menjadi kesepakatan bersama orang tua murid", ungkap Tabita. 

Ketika ditanya Tim Awak Media tentang peraturan larangan pungli,  Kepala Sekolah menegaskan " Yang dinamakan Pungli adalah apabila Sekolah memungut biaya untuk membeli Buku, jadi apabila pihak Sekolah memungut biaya untuk membeli Buku itu baru namanya  Pungli", tegasnya, saat dikonfirmasi Pada Senin 10/02/2020 pukul 12.00 wib.


Sementara Pada selasa 11/02/20 di toko ATM, Tim Awak media melakukan Penelusuran, dengan menemui  Pejaga ATM yang tidak mau disebut namanya,menjelaskan, " Sampul Raport yang kita jual seharga Rp 50. 000 pak,  Apabila ada harga diluar harga kami, itu diluar tanggung jawab kami Kemudian SD Negeri Sungai Risap Tidak pernah membeli Sampul Raport ke Toko kami, jelas Pejaga toko ATM.

Sementara Kepala Dinas, Sekdis, kabid SD, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, belum dapat di hubungi sebab masih Rapat. (red..tim )

Previous
« Prev Post