HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1154) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1138) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) KPUD (1) kriminal (12) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (112) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Warga Kecamatan Sepauk Merasa Dirugikan, LPG 3 Kg Diduga Diselewengkan Pemilik Pangkalan



S14n Sintang, Berdasarkan Informasi masyarakat, Peredaran LPG 3 Kg di Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang tidak tepat sasaran, menurut pengakuan beberapa Warga Masyarakat setempat, Ada pihak pemilik Pangkalan Diduga dengan sengaja diselewengkan atau menjual LPG kedaerah lain, sehingga masyarakat setempat  mengalami kesulitan ingin membeli Gas LPG 3 Kg di Kecamatan Sepauk kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Dari hasil pantauan Tim Awak Media melakukan investigasi, ternyata Menemukan sebuah Pangkalan LPG 3 Kg Tepian Kapuas, Milik inisial ( P), Justru di Pangkalan LPG tersebut ditemukan diduga  melakukan penimbunan sekitar Ribuan liter Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dengan berkedok pangkalan LPG 3 Kg.

Menurut pengakuan (R) yang merupakan Anak (P), "BBM tersebut  kami dapatkan di salah satu SPBU yang berada di sintang pak, selebihnya Ayah saya yang tau, katanya.

Ketika Dipertanyakan mengenai jumlah LPG yang masuk dipangkalan Tepian Kapuas dan berapa harga dan berapa banyak kuota , (R) mengatakan  "tidak mengetahui semua kegiatan di sini, Ayah saya yang mengetahui, saya biarpun anaknya,  tapi saya adalah karyawan,  ungkap (R) kepada Tim Awak media Pada Sabtu 11/01/2020 diarea Pangkalan milik (P).

Ditempat Terpisah, Salah satu pemilik Pangkalan LPG 3 Kg Mentari, Desa Tanjung Hulu, Maria menjelaskan, "Pangkalan Mentari Milik saya hanya menerima LPG 3 Kg satu kali dalam satu Bulan sejumlah kisaran 250 tabung, yang di antar langsung oleh (P) dan dengan kasus ini saya dan masyarakat Tanjung Hulu merasa sangat dirugikan, karena Masyarakat Tanjung Hulu harus membeli LPG ke tempat lain dengan harga tinggi, kata Maria.


Maria menjelaskan, "Awalnya Perizinan Pangkalan Milik saya ini di urus oleh Bapak inisial (P) yang beralamat di desa Tanjung Ria Sepauk  yang juga memiliki Pangkalan LPG dengan biaya berkisar  Rp 2 juta Rupiah hingga Izin Pangkalan keluar,  Namun sampai saat ini  semua dokumen Perizinan Pangkalan Mentari milik saya masih di tangan Bapak (P), Dan Saya tidak mengetahui berapa sebenarnya jumlah kuota  LPG yang masuk di Pangkalan milik saya, karena saya tidak memiliki Dokumen , 250 taabung diantar Bapak (P) sejumlah itulah yang saya terima dan saya salurkan ke masyarakat," jelas Maria. saat ditemui di toko miliknya pada 11/01/2020.

Saya sangat kecewa sebab masyarakat Banyak menuduh saya menyalurkan LPG keluar Dari Desa Tanjung Hulu Sepauk, Pada hal itu tidak benar, Bapak (P)  hanya menyalurkan LPG sekitar 250 tabung, sekali lagi saya sangat dirugikan, tegas Maria.

Warga Desa Tanjung Hulu yang tidak Mau disebut namanya mengatakan "Saya akibat susah cari LPG 3 Kg Pak, saya sering membeli LPG ke desa lain di lengkenat terkadang harga bisa mencapai harga Rp 20.000 sampai 40.000 Rupiah", katanya.

Sementara Pemilik Pangkalan Tepian Kapuas inisial (P) belum dapat dihubungi karena yang bersangkutan masih Di luar Negeri menjalani perobatan medis. (red.Tim)

Previous
« Prev Post