HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (5) BUMN (1) Business (15) Daerah (1340) Dana Desa (1) Disdiknas (1) Duka (1) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1155) Hiburan (15) hukum (50) Internasional (72) Kasus (9) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (39) Korupsi (7) KPUD (1) kriminal (17) Lakalantas (3) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (254) PEMDA (15) pendidikan (42) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (269) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (13) Umum (35)

PLH KEJARI SEKADAU TETAPKAN 2 ORANG TERSANGKA KASUS KORUPSI PEMBANGUNAN PUSKESMAS BELITANG


S14n Sekadau, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas Belitang di Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau. 

Penetapan tersangka itu menandai episode baru kasus tersebut.
Penetapan tersangka disampaikan langsung Plh Kajari Sekadau, Ristopo Semedi SH MH, Jumat (19/7/19).
“Ada dua orang yang kita jadikan tersangka,” ujar Ristopo ditemui di kantornya, Jumat pagi. 

Dua orang yang ditetapkan tersangka itu masing-masing berinisial DIP dan MS. Keduanya berstatus sebagai pelaksana pekerjaan proyek tersebut.

“Pekerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi. Kita temukan ada potensi kerugian keuangan negara,” kata Ristopo.
Seperti diketahui, proyek Puskesmas Belitang dibangun menggunakan dana DAK tahun 2016 dengan nilai sebesar Rp 2, 4 miliar. 

Namun proses pembangunannya diduga dikorupsi.
Buktinya, belum sempat digunakan, bangunan tersebut retak dan amblas di bagian depannya. Pihak kejaksaan pun mulai melakukan penyelidikan tahun 2017, sesaat setelah bangunan tersebut ambruk.
“Ini akan kita kebut penuntasannya,” tekad Ristopo yang baru Senin lalu menjabat Plh Kajari Sekadau itu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sekadau, Edy Purwanto mensinyalir, kasus dugaan korupsi Puskesmas Belitang itu dilakukan tidak hanya satu atau dua orang. Kemungkinan ada pihak lain yang terlibat.
“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Tergantung fakta yang kita temukan lah,” kata Edy.
 (Jhon)

Previous
« Prev Post