HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1162) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (118) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

RONI : SEBUT DUGAAN PENYALAH GUANAAN JABATAN KADES GUT JAYA BHAKTI TANPA LAPORAN RESMI TIDAK BISA DITINDAK

Roni
S14n sintang, Ajaibnya, Dugaan Penyalah Gunaan Jabatan atau Dugaan  Korupsi Oleh Kepala Desa Gut Jaya Bakti Kecamatan ketungau Tengah Kabupaten Sintang yang meminjamkan Uang Negara atau Anggaran Dana Desa ke Salah seorang Caleg Dapil Dua Sintang yang telah diberitakan di Media beberapa waktu lalu, Yang mana pada Bulan yang lalu Kantor Desa Gut Jaya Bhakti sempat di Segel oleh Masyarakat Kelompok Kerja akibat tidak dibayarkannya Upah Kerja Rabat Beton Oleh Kepala Desa kepada kelompok kerja, maka dari Pantauan Awak Media awalnya Menduga  permasalahan ini terkesan ditutup tutupi oleh pihak pihak terkait,  yang mana kemudian mendapat tanggapan dari Roni selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang.

Roni mengatakan Uang yang di pinjamkan Oleh Kades itu adalah Uang pribadi kades yang bersangkutan, "Kepala Desa Gut Jaya Bhakti telah saya panggil diluar kedinasan dan meminta penjelasan terkait hal tersebut,Kades menjelaskan kepada saya, Uang yang di pinjamkan tersebut adalah Uang Pribadinya bukan Uang Dana Desa",katanya saat ditemui Para Awak Media di Ruang Katanya 17/06/2019

Roni menjelaskan " Sampai saat ini Belum pernah ada laporan dari Desa maupun Kecamatan ,  BPD atau masyarakat setempat bahkan kelompok Kerja rabat beton kepada kita tentang pinjam meminjamkan Uang dana desa, kita hanya mengetahui setelah ada pemberitaan di media saja,  terkait adanya kegiatan di desa yaitu uang yang tidak terbayarkan kepada kelompok kerja rabat beton, tentu kita belum dapat memberikan tanggapan, kita mesti klarifikasi ke Kecamatan tersebut dahulu, sementara konsekwensinya telah kita perjelas kepada yang bersangkutan".

Dalam Menindaklanjuti hal tersebut, "Kita tentu harus melihat data dan fakta yang ada kalau sudah ada data kita dapat mengambil tindakan terhadap orang yang bersangkutan,  sampai hari ini sekali lagi laporan resmi ke kita belum ada, Jadi kita tetap menunggu Laporan, Tanpa Laporan Kita tidak bisa melakukan tindakan", tegas Roni.

Sementara Simon selaku Ketua kelompok kerja pembangunan Rabat beton Entoloi hulu yang Alokasi  Dananya bersumber dari dana Desa pada tahun 2018 lalu mengakui, "Uang Upah Kerja Sampai saat ini belum juga di bayarkan sebesar Rp 30 Juta Rupiah oleh kepala Desa Gut Jaya Bhakti Pak", kata Simon.(red, Tim)

Previous
« Prev Post