HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1155) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1139) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (112) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

TAPAL BATAS ANTAR 2 DESA/KECAMATAN DI SEKADAU BELUM TUNTAS


S14N Sekadau, Merujuk keinginan warga untuk menemukan solusi kesepakatan bersama antara 2 desa sekaligus 2 kecamatan yakni desa Gonis Tekam kecamatan Sekadau Hilir dan desa Setawar kecamatan Sekadau Hulu, nihil. 

Warga ke-2 belah pihak mengadakan mediasi kesepakatan perihal penentuan tapal batas tanah desa, hingga hari ini belum menemui titik terang. (11/4/2019).

Hadir dalam mediasi tersebut, kades Gonis Tekam, Rizal Arafat beserta warganya yang berkompeten. Dan dari pihak desa Setawar Agus selaku kades ikut hadir bersama para tomas, toga dan todat guna mencari solusi.

Bhabinkamtibmas Brigadir Alexander Aldo SH, selaku Bhabin mempunyai kewenangan untuk mengontrol jalannya alur masalah tapal batas ini hingga tuntas. Sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

Pesan Aldo, dalam situasi bagaimanapun dan masalah apapun bentuknya, kita harus melaksanakan mediasi dengan kepala dingin, jangan pakai emosi. Karena emosi hanya menciptakan permasalahan baru, apapun hasil kesepakatan harus diterima dengan lapang dada, ikuti prosedur dan aturan yang berlaku dan jangan main hakim sendiri, tegas Aldo.

Awal tipikalnya permasalahan ini sudah pernah didiskusikan oleh pihak-pihak pengurus dari beberapa tahun yang lalu, namun hingga saat ini selalu mengalami kegagalan.
Kronologinya begini, pihak desa gonis tekam mengklaim bahwa, batas desa Gonis tekam dan desa setawar berada di sungai Batang Barang.

Sedangkan desa Setawar mengklaim Batas desa Setawar dengan desa Gonis Tekam berada di tepi jalan raya utama Kayu Lapis km. 13.

Dari hasil mediasi belum menemukan kesepakatan antara kedua desa.
Selanjutnya permasalahan ini kedua belah pihak desa sepakat melaporkan ke tingkat Kecamatan untuk di teruskan ke tingkat Kabupaten agar segera terselesaikan permasalahan ini, jelas Aldo kepada awak shot14news.

Opini warga, seandainya para masyarakat yang bersengketa tapal batas ini saling menghilangkan pemikiran atau "paradigma" dimana penetapan tapal batas itu akan menghilangkan hak-hak masyarakat, alhasil akan menemui titik terang dan solusinya.
(Jhon)

Previous
« Prev Post