HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1154) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1138) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) KPUD (1) kriminal (12) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (112) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

PERTANYAKAN KINERJA BAWASLU KABUPATEN SEKADAU


Kasus politik uang yang lagi heboh di masyarakat termasuk kasus yang melibatkan salah satu Caleg dari Partai Gerindra nomor urut 7 dari Dapil 1 Sekadau, membuat masyarakat bertanya-tanya.

"Teka-teki", mungkin inilah bahasa yang tepat ditujukan ke pihak Bawaslu.
Pasalnya tanggal 24 April sekitar jam 16,00 ketua Bawaslu Nursoleh sudah menyatakan bahwa kasus politik uang di Seransa sudah dihentikan.
Alasannya, tidak memenuhi unsur.
Salah satu kendala saksi tidak hadir sewaktu dilakukan pemanggilan ke-2 oleh pihak Bawaslu, kata Nur Soleh kepada tim awak media. Lanjutnya, "Kasus politik uang di dusun Seransa berdasarkan hasil penyelidikan dari Gakumdu telah memutuskan untuk dihentikan".

Dari pernyataan pihak Bawaslu inilah, membuat masyarakat ragu dan berupaya mempertemukan awak media dengan pihak saksi dan pelapor.

Selanjutnya, hasil pertemuan awak media dengan pihak saksi pelapor mencuat kesaksian yang sangat mengejutkan publik, dan menurut keterangan pelapor seperti ini
Kronologinya:
Lipinus Aleksander salah satu saksi yang menerima uang dari Saudara Mento/tim caleg agar dirinya memilih Caleg dari Partai Gerindra nomor 7 atas nama Abang Ramli, mengakui bahwa pada tangal 24 April 2019 malam sekitar 22,55. Wib, dirinya didatangi kembali oleh tim dari Bawaslu. 

Mereka menggunakan mobil menjemput kami untuk dibawa ke kantor Bawaslu pada malam itu juga. 
"Saya, Mento dan Yosef di bawa ke kantor Bawaslu menggunakan mobil pada malam tanggal 24 April 2019 sekitar jam 22.55. Wib," katanya kepada awak media (26/4) di Sekretariat IWAS.

Selanjutnya, kami di interogasi oleh tim Bawaslu malam itu juga. Usai di mintai keterangan, kami di suruh tim Bawaslu untuk menandatangani surat dengan matrai yang isinya tidak kami ketahui secara rinci. Dengan rasa agak tertekan, ditambah lagi dirinya tidak lancar membaca surat itu sampai habis, semuanya saya turuti.

Lebih lanjut Lipinus memaparkan, bahwa dirinya memang pernah dipanggil oleh pihak Bawaslu tanggal 21 April 2019 untuk dimintai keterangan sebagai saksi. 
Saat itu dirinya memang tidak bisa hadir, karena pemanggilan saat itu bertepatan dengan hari raya Paskah. 

"Namun, untuk pangilan kedua dirinya memang tidak pernah mendapatkan undangan sebagai saksi dari Bawaslu saya berkata sebenarnya. Hanya malam itu saja saya ada dijemput," katanya. 

Lebih lanjut ia menceritakan, sebelum dipangil oleh Bawaslu dirinya pernah di bawa oleh saudara Mento ke Ensali. Pada saat itu, Mento bilang bahwa saya di panggil oleh Jaksa Sekadau. 
Tetapi pada kenyataannya, saya tidak dibawa menghadap Jaksa, melainkan diarahkan ke jalan lain.

"Dalam perjalanan, saya di singahkan oleh saudara Mento di kuburan Cina jalan Sanggau.
Selanjutnya, saya disuruh oleh saudara Mento naik ke mobil minibus Avanza yang di kendarai oleh Hamzah," katanya.

Kemudian sambungnya, setelah naik ke mobil jenis avanza, saya dibawa ke rumah orang yang biasa dipanggil Ucok di dusun Ensali. 

Sesampai di situ, saya di interogasi oleh beberapa orang agar saya mau memberikan kesaksian palsu apabila dipangil oleh Bawaslu. 
Terkait kasus politik uang di dusun Seransa desa Gonis Tekam pada masa tenang lalu. 

"Saya sempat disuruh membuat kesaksian palsu oleh mereka, apabila saya di panggil oleh Bawaslu. 
Bahkan saya di amcam kalau dukung Abang Ramli saya aman, tapi kalau dukung PSI saya bisa tidak aman," tuturnya.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa pihak Bawaslu menyatakan proses hukum di dusun Seransa desa Gonis Tekam "dihentikan" dengan alasan bukti tidak akurat dan saksi hingga panggilan ke-2 tidak memenuhi panggilan ?
(24/4).

Setelah pernyataan Bawaslu di sore harinya, beberapa jam kemudian saat malam dihari yang sama (24/4) tim Bawaslu menjemput para saksi pelapor dan terlapor untuk di interogasi, dan setelah selesai di antar pulang ??

Apa maksud dibalik semua itu ? Ini
Pertanyaan dari masyarakat.
(Jhon/tim)

Previous
« Prev Post