HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1169) Duka (1) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1142) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (124) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

IPAL Komunal Ditambah Instalasi Pengolahan Limbah Tinja Dapat Dimanfaatkan Menjadi Hidroponik


   S14N Sintang, Sanitasi merupakan salah satu fasilitas penunjang kesehatan bagi masyarakat dan harus menjadi perhatian serius untuk mengubah pola hidup sehat baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat umum, salah satunya sanitasi yang berbasis masyarakat atau dikenal SANIMAS yang diresmikan oleh Bupati Sintang dr Jarot Winarno,M.Med.PH pada hari Rabu (9/1/2019) bertempat di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sintang, yang dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan lingkungan Pemukiman Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang. 
   Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa pembangunan sanitasi ini sangatlah baik bagi masyarakat, “Kelurahan Mekar Jaya sangat luar biasa, pembangunan sanitasi, ini sangat baik karena menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL Komunal apalagi kalau ditambah dengan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja yang dimana limbah tersebut bisa diolah kembali untuk dimanfaatkan seperti membuat hidroponik di Kelurahan kita”, kata Jarot. 
    Masalah kesehatan di Kabupaten Sintang merupakan urutan kedua setelah kemiskinan yang harus diselesaikan, “untuk fasilitas penunjang dibidang kesehatan di Kabupaten Sintang sudah cukup maksimal, akan tetapi untuk dibidang kesehatan lingkungan kita masih kurang, seperti tadi dilihat bahwa sanitasi yang baik di Sintang masih sekitar 61%, dan 39%-nya merupakan sanitasi yang kurang baik”, ungkap Jarot. 
   Bupati Sintang menambahkan sebanyak 39% sanitasi yang kurang baik akan berdampak buruk bagi kesehatan, “39%  masih ada masyarakat yang BAB di aliran sungai, kemudian belum ada pembuangan air limbah khusus, masih buang sampah ke sungai, hal tersebut akan berdampak ke masalah kesehatan seperti diare, tipes dan lainnya”, tambah Jarot. 
   Sementara Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Provinsi Kalimantan Barat, Ridwan Kristian Manik mengatakan program SANIMAS ini merupakan program untuk meningkatkan kualitas askes sanitasi yang baik, “jadi sanitasi berbasis masyarakat ini menyediakan sarana dan prasarana untuk sanitasi yang berkualitas, sehingga program ini akan berkelanjutan, berwawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan dalam rangka kita meningkatkan kualitas sumber daya air dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih”, kata Ridwan. 
   Ridwan menambahkan bahwa program Sanimas ini berpola padat karya, “jadi program ini dilakukan oleh kelompok masyarakat Al-Hidayah yang didampingi oleh fasilitator lapangan, yang dikerjakan dan dibangun secara swakelola yang berbasis gotong royong dan diarahkan untuk padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat”, tambahnya.
   Sementara Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Al-Hidayah, H. Badarudin menjelaskan pembangunan fasilitas sanitasi berbasis masyarakat di Kelurahan Mekar Jaya, “sanitasi ini mulai dibangun pada mulai bulan Juli 2018 dan selesai pada bulan November 2018 lalu, jadi pembangunan sanitasi ini menggunakan dana APBN tahun anggaran 2018 dengan total biaya pembangunan sanitasi sebesar 500 juta rupiah, dengan konstruksi Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal berukuran 10x3 meter”, jelasnya. (red)

Previous
« Prev Post