HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1162) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (118) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Canangkan Pembangunan Zona Integritas Pengadilan Agama Sintang kelas II Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani



                                                                                                                                         

S14N Sintang, 
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang AdministrasiUmum Marchues Afen menghadiri kegiatan pencanangan pembangunan zona integritasPengadilanAgama Sintang kelas II menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Aula Pengadilan Agama Sintang kelasII Jalan PKP Mujadin Sintang, Senin (21/1/19) pagi.Turut hadir dalam kegiatan tersebutKepala Pengadilan Agama Sintang kelas II Ruakayah, perwakilan unsur ForkopimdaKabupaten Sintang dan pihak terkait lainnya.

Marcheus Afen mewakili Bupati Sintang,  mengatakan pemerintah Kabupaten Sintangsangat menyambut baik dengan adanya pencanangan zona integritas Pengadilan AgamaSintang kelas II menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), terlebih Pemkab Sintang telah menetapkan visi pembangunan untuk membangun Sintang dengan menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
“salah satu prinsip dalam tata kelola yang baik adalah akuntabilitas. prinsip ini menuntutadanya pertanggungjawaban yang jelas dan akurat kepada publik atas setiap aktivitasyang dilakukan baik oleh perangkat daerah maupun lembaga lain yang mendapat alokasiAPBN dan APBD”kata Afen.
Sehingga lanjut Afen, hal itu guna mensukseskan reformasi birokrasi, yang  merupakansalah satu langkah awal untuk melakukan penataan  terhadap sistem  penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efesien  untuk dapat melayani masyarakat secaracepat, tepat dan  profesional.
“pencanangan pembangunan zona integritas  di pengadilan agama  sintang ini sesuaidengan peraturan menteri  pendayagunaan aparaturnegara danreformasi birokrasi nomor 52  tahun 2014,  tentang pedoman pembangunan zona integritas  menuju wilayahbebas  dari korupsi  dan wilayah borokrasi  bersih dalam  melayani dilingkungan instansipemerintah”jelas Afen.
“tentunya hal ini bukanlah kerja yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang mustahiluntuk di wujudkan, oleh karena itu saya selaku pimpinan sangat mengharapkandukungan dari seluruh aparatur pengadilan agama sintang untuk memiliki komitmen yangkuat, memiliki polapiker dan budaya kerja yang sama sehinga membangun zonaintegritas ini dapat tercapai, dan jangan sampai ada yang menodainya dengan perilakutidak terpuji”kata Rukayah
Sementara itu Kepala Pengadilan Agama Sintang kelas II Ruakayah mengatakanpencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayahbirokrasi bersih melayani di lingkungan pengadilan agama sintang sebagai bagian darikesungguhan institusi pengadilan agama sintang dalam mengukuhkan diri sebagailembaga yang mempunyai komitmen untuk mencegah terjadinya korupsi disertai denganupaya untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayanisesuai dengan amanat Permenpan nomor 52 tahun 2014 yang mengharuskan setiapinstansi pemerintahan untuk melaksanakan zona integritas. 
Selain itu, lanjut Rukayah, penerapan zona integritas ini merupakan salah satu formula yang tepat untuk dapat mewujudkan badan peradilan yang agung sesuai dengan visi danmisi Mahkamah Agung RI, sehingga di harapkan kegiatan pencanangan ini akan dapatmelakukan perbaikan secara nyata dimasa mendatang sebagai sebuah landasan yangkokoh untukmenengakkan hukum yang berkeadilan dan hati nurani sesuai harapanmasyarakat, oleh karena itu kegiatan ini harus di publikasikan secara luas agar dapat dipantau, di kawal, dan diawasi secara luas oleh masyarakat. (red.hum) 

Previous
« Prev Post