HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1162) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (118) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Bupati Sintang Lakukan Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS Bagi Pemuda Pemudi Kabupaten Sintang

Foto :  Jarot Menyampaikan Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

 Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH membuka kegiatan penyuluhan bahaya HIV/AIDS bagi pemuda di Kabupaten Sintang tahun 2018 yang di laksanakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang di Auala Gedung Cadika Sintang Rabu (3/10/18) pagi. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh, Kepala Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang Hendrika, tokoh masyarakat Senen Maryono, pelajar tingkat SMA dan mahasiswa di Kabupaten Sintang, organisasi kepemudaan dan unsur terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Jarot mengaku senang bisa hadir langsung membuka kegiatan penyuluhan bahaya HIV/AIDS bagi pemuda ini, karena ia menilai masalah HIV/AIDS adalah masalahnya pemuda di mana dari 382 ribu kasus HIV/AIDS yang terdata di Indonesia, penderita di dominasi oleh anak usia muda dengan dua kategori kelompok terbesar usia, di mana kelompok terbesar pertama dari usia 25-49 tahun atau sekitar 69% dan kelompok terbesar kedua adalah usia 20-24 tahun. “jadi kalau di totalkan keduanya hampir mendekati angka 80%, dimana rata-rata usia muda yang terkena di liat dari kedua ketegori usia tersebut jadi HIV/AIDS ini masalahnya anak muda“kata jarot.
Jarot menjelaskan bahwa untuk HIV/AIDS itu ada namanya window period dimana 10 -12 tahun kemudian baru gejala atau positif terkena HIV/AIDS. “sekarang tu nda rasa apa-apa, tapi 10 atau 12 tahun kemudian baru muncul jadi kalau kelompok 20-24 tahun itu udah kena HIV/AIDS berarti awal-awal dia kena itu masa-masa remaja atau masa usia belasan tahun”jelas jarot.
Lanjut jarot bahwa jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Indonesia ini diibaratkan seperti penomena gunung es, karena kalau berdasarkan data statistik penderia HIV/AIDS di Indonesia itu mencapai 640ribu lebih kasus, namun seperti yang ia jelaskan diatas bahwa yang terdata hanya 382ribu kasus saja, sehingga itulah yang di sebut penomena gunung es karena banyak yang tidak terdata.
Sementara itu kata jarot bahwa total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sintang saat ini berjumlah 386 orang dengan tingkat angka kematian sekitar 13% lebih, untuk dirinya mengajak kepada para pemuda di Kabupaten Sintang secara khusus yang dalam kegiatan itu untuk sama-sama mencegah diri agar tidak terkena HIV/AIDS dengan menjauhi pergaulan bebas yang dapat merugikan diri sendiri.
“masalah HIV/AIDS ini juga masalah stigma jadi orang-orang kadang menjauh dari penderita karena tidak paham penularannya, sehingga inilah penting anak-anak muda ni hadir ikut penyuluhan ini agar mereka tahu nanti bagaimana mencegah bahkan membantu para penderita HIV/AIDS biar bisa sembuh, jadi penderita itu nda perlu kita jauhi, kita bantu dan kasi support ke mereka untuk sembuh”tutup jarot.
Kepala dinas pemuda,olahraga dan pariwisata kabupaten sintang hendrika mengatakan kegiatan penyuluhan bahaya HIV/AIDS bagi pemuda di Kabupaten Sintang tahun 2018 diikuti peserta sebanyak 100 orang yang terdiri dari pelajar tingkat SMA, mahasiswa dari perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sintang dan organisasi kepemudaan, dengan narasumber dokter yang berkompeten di bidangnya, komisi penanggulangan HIV/AIDS, dinas kesehatan dan juga ada tokoh masayarakat yang peduli terhadap kehidupan pemuda.
“tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda agar mereka mengetahui tentang bahayanya HIV/AIDS sehingga mereka bisa menghindarkan dirinya agar tidak terkena dan bisa membantu penderita HIV/AIDS untuk sembuh, karena penderita juga tidak bisa kita jauhi sehingga itulah kita harus memahami apa itu HIV/AIDS”kata hendrika.// Mora, Hum

Previous
« Prev Post