HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (4) BUMN (1) Business (14) Daerah (1166) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1141) Hiburan (15) hukum (48) Internasional (72) Kasus (1) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (38) Korupsi (1) KPUD (1) kriminal (13) Lakalantas (2) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (239) PEMDA (2) pendidikan (41) Pilkada (1) Polisi (122) Politik (138) Ragam (14) seni (2) Slider (136) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (5) Umum (35)

Acui : Kalbar Masih Di Jajah Asap Setelah 73 Tahun Merdeka


" Mengatasi persoalan kabut asap, kita butuh solusi yang bisa menyelesaikan akar permasalahannya secara permanen."

Wartajurnalis.com -Semakin tebalnya kabut asap yang melanda Kota Pontianak khususnya dan Kalbar pada umumnya membuat Tokoh masyarakat yang juga pengusaha, Andreas Acui Simanjaya  ikut angkat bicara. Menurut Acui, untuk mengatasi bencana kabut asap yang selalu melanda Kalbar setiap tahunnya tidak bisa dilakukan  dengan cara hanya memadam api saja seperti yg dilakukan selama ini, tetapi perlu dicarikan solusi yang bisa menyelesaikan akar permasalahannya secara permanen.

"Kehadiran asap di setiap kemarau atau musim kering sudah menjadi momok sejak lama dan tak kunjung dapat diatasi secara permanen.
Selama ini kita seperti hanya bereaksi jika ada terjadi kebakaran lahan dan hutan, itupun kalo sudah cukup parah kondisinya.
Berulang nya  Kejadian ini menghabiskan energi yang banyak dari berbagai pihak untuk menyelesaikannya.
Kita butuh solusi yang bisa menyelesaikan akar permasalahannya secara permanen, bukan memadamkan api setiap musim kemarau." Demikian ditegaskan Acaui kepada media ini via WA.

Menurut pria yang juga Caleg DPR RI dari Partai Nasdem ini, 
Ada dua Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan yang selama ini terjadi. Pertama, perlu membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membakar dan kemampuan masyarakat melakukan indentifikasi serta deteksi dini Terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kedua, 
 melakukan pendekatan hukum dengan memanfaatkan aturan hukum yang sudah ada yang dapat diperkuat dengan peraturan daerah yang menetapkan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan.
Akibat kebakaran lahan dan hutan ini banyak kerugian yang kita alami baik berupa ngangguan kesehatan karena ISPA, kerusakan alam dan lingkungan, juga akan jadi beban pemerintah baik dari segi biaya pemadaman hingga biaya sosial yang timbul karena masyarakat terpapar asap akibat kebakaran, belum lagi jika bicara soal kerugian penumpang yang menggunakan pesawat hingga reaksi negatif dari negara lain karena asap ini.

Dalam kesempatan itu ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petugas kebakaran, 

"Kepada para petugas Kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk petugas kebakaran swasta yang berjibaku memadamkan api akibat kebakaran lahan dan hutan.
Para pemadam ini bekerja tanpa pamrih, bagi saya para pemadam api ini lah pahlawan yang sesungguhnya." Ungkapnya kagum.

Terkait penerapan hukum, ia berharap kepada pemerintah  perlu diterapkan dengan bijak dan mempertimbangkan budaya dan kearifan lokal,  

"Dalam penerapan aturan hukum mengenai pembakaran hutan dan lahan perlu kebijakan dan pemahaman budaya dan kearifan lokal, aturan di buat untuk kebaikan manusia, tidak untuk menghilangkan kearifan lokal seperti proses berladang yang kita jalankan turun temurun, kejelian aparat penegak hukum diperlukan dalam hal ini." Ungkapnya mengakhirinya. (Kun)

Previous
« Prev Post