HEADLINE NEWS

Kategori

Bencana (12) BUMN (1) Business (15) Daerah (1361) Dana Desa (1) Disdiknas (1) Duka (2) Entertaiment (12) Games (5) Headline (1156) Hiburan (15) hukum (50) Internasional (72) Kasus (9) Keagamaan (2) Kebakaran (1) Kesehatan (43) Korupsi (8) KPUD (1) kriminal (27) Lakalantas (5) Migas (1) Misteri (5) Movie (2) Nasional (256) Parlemen (2) PEMDA (89) pendidikan (44) Perkebunan (1) Pilkada (2) Polisi (356) Politik (138) Pungli (1) Ragam (14) seni (2) Seremonial (2) Slider (136) Sosial (1) Sports (16) Technology (5) TMMD (1) TNI (14) Umum (35)
67 Calon Siswa, Jalani Tes Rikmin Awal Seleksi Rim Polri

By On April 15, 2021

 


Shot14news Sekadau - Pemeriksaan administrasi (rikmin) awal diikuti 67 peserta terdiri dari 53 orang laki-laki dan 14 orang perempuan yang berasal dari Kabupaten Sekadau, Kamis 15 April 2021.

Berlangsung di aula Polres Sekadau, pelaksanaan rikmin awal yang merupakan tes pertama dalam seleksi penerimaan anggota Polri T.A. 2021 tersebut mengedepankan protokol kesehatan.

Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam rikmin awal meliputi tinggi dan berat badan, domisili, keaslian dokumen serta batas usia.

Dalam rangka pemenuhan kriteria tersebut, pelaksanaan rikmin awal turut melibatkan Dinas Pendidikan, Disdukcapil, LSM dan KUPTD Metrologi Legal dan Urkes Polres Sekadau.




Kepada peserta, kembali ditegaskan bahwa dalam penerimaan Polri tidak ada istilah suap, orang dalam ataupun calo. Semua tergantung kemampuan masing-masing dalam menjalani setiap rangkaian tes.

Disampaikan pula, bahwa dalam penerimaan Polri tidak memandang status sosial dan latar belakang keluarga, semuanya sama. Kelulusan tergantung kemampuan dan SDM yang dimiliki.

Kapolres menambahkan, bagi peserta yang dinyatakan lulus dalam tes rikmin awal akan menjalani tes selanjutnya di tingkat Polda Kalbar yang direncanakan berlangsung tanggal 19 April 2021. (Hum/Almanso)

Pemkab Sintang, Tinjau Stok Sembako Di Pasaran

By On April 15, 2021

 



Shot14news.com Sintang - Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan pemantauan harga  dan Stok sembako di delapan lokasi di Kota Sintang pada Kamis, 15 April 2021. 

Dalam melakukan pemantauan tersebut, Wakil Bupati Sintang yang didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang seperti Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Sudirman, Kadis Kominfo Kurniawan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Veronika Ancili, Kasat Pol PP Martin Nandung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yustinus J, dan Camat Sintang Siti Musrikah. Pantauan langsung tersebut ditemukan bahwa sembako, sayur, daging ayam, ikan dan daging sapi memiliki stok yang cukup dan harga stabil.  

Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaikan hasil pemantauan tim yang sudah dilakukan menunjukan bahwa beras, ayam pedaging, ikan, daging sapi, dan sayur memiliki stok yang cukup dan harganya juga stabil, "Hari ini kita mengecek harga dan stok sembako yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Yang kami cek stok sembako hingga lebaran nanti. Hasilnya, semua cukup dan harga stabil” terang Sudiyanto.




"Stok semua komoditas cukup hingga lebaran. Tidak ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, bahkan harga sangat stabil. Jadi saya himbau seluruh warga Kabupaten Sintang khususnya yang menjalankan ibadah puasa untuk tenang dan tetap khusuk menjalankan ibadah puasa” terang Sudiyanto.

"Yang naik hanya minyak goreng dan telur, tetapi masih wajar. Saya menghimbau agar para pedagang untuk menyiapkan stok yang cukup hingga lebaran, jangan menaikan harga, barang-barang yang sudah kadaluarsa agar jangan dijual lagi. Masyarakat juga banyak yang kurang memperhatikan kalau soal barang kadaluarsa ini. Soal daya beli masyarakat juga belum menunjukan penurunan transaksi. Hanya daging sapi yang diakui penjual tadi agak menurun” tambah Sudiyanto

"Kepada penjual dan pembeli di pasar tradisional dan modern,  saya tetap menghimbau agar protokol kesehatan semakin diperketat dan wajib dilaksanakan” tambah Sudiyanto

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang Sudirman saat mendampingi Wakil Bupati Sintang menghimbau agar para pedagang sembako untuk tidak menjual lagi makanan  yang masa kadaluarsanya tersisa dua bulan. “dua bulan sebelum kadaluarsa, makanan tersebut wajib untuk disimpan kembali dan tidak dijual lagi.  Jadi pedagang harus rutin mengecek tanggal kadaluarsa barang dagangannya” tegas Sudirman. ( red.hum )

Kapolda Kalbar Tinjau PSU, Sekadau, Berikut Pesan dan Arahan

By On April 14, 2021

 



Shot14news.com Sekadau - Kapolda Kalbar Irjen Pol. R. Sigid Tri Hardjanto saat meninjau Langsung Penghitungan Suara Ulang (PSU) pada Pilkada di KPU Kabupaten Sekadau, Sekaligus memastikan Pengamanan berjalannya PSU dan memberikan beberapa arahan dan penekanan Kepada Personil Polres Sekada.

Kedatangan Kapolda Kalbar bersama Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go disambut langsung Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko, Pj Bupati Drs. Ani Sofian dan Danramil Sekadau Hilir.




Diketahui bersama bahwa penghitungan suara ulang terhadap 65 TPS untuk Kecamatan Belitang Hilir tuntas dilaksanakan hari ini, dilanjutkan pleno tingkat Kecamatan pada keesokan harinya.

Sebagai langkah deteksi dini, Kapolda memerintahkan agar perkembangan situasi terus dimonitor agar Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sekadau berjalan aman, damai dan sejuk.

"Laksanakan pengamanan sesuai standar operasional prosedur untuk mensukseskan dan mendukung gelaran Pilkada damai, sesuai harapan kita bersama," jelas Kapolda Kalbar, Rabu 14 April 2021.

Sehubungan dengan kondisi pandemi, Kapolda juga menyampaikan agar protokol kesehatan tetap ditaati warga saat beribadah maupun dalam aktivitas kesehariannya.

"Terus imbau dan sosialisasikan kepada warga untuk mematuhi ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama, mencegah munculnya klaster baru Covid-19," pesan Kapolda.

Usai meninjau PSU, Kapolda Kalbar beserta rombongan mengunjungi Polres Sekadau. Selanjutnya pada pukul 10.45 WIB, Kapolda Kalbar melanjutkan perjalanan menuju Polres Sintang. (Hum/Almanso)

INSPEKTORAT PROVINSI KALBAR, BERIKAN HASIL PEMERIKSAAN TENTANG CAPAIAN KINERJA PEMKAB SINTANG MASA JABATAN 2016 - 2021

By On April 14, 2021

 

Shot14news.com Pontianak - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus, SH, M. Si dan Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Sintang Dra. Ardatin, M. Si mengikuti pertemuan Ekspose Pemeriksaaan Akhir Masa Jabatan Kepala Daerah di Aula Adhyasta Utama Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 14 April 2021. 

Ekspose dilaksanakan oleh Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat  setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat  yang merupakan rangkaian dari Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan Kepala Daerah Periode 2016-2021 Kabupaten Sintang,

Ekspose dilakukan langsung oleh Inspektur Provinsi Kalimantan Barat Dra. Marlyna, M. Si. Rata-rata capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Sintang periode 2016-2021 dinilai BAIK oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat. 




Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat memberikan 5 (lima) rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang diantaranya memperhatikan hasil evaluasi capaian indikator kinerja RPJMD tahun 2016-2021 sebagai bahan acuan dalam penyempurnaan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Pemkab Sintang diminta untuk berkomitmen menyelaraskan tiga aspek utama pembangunan daerah dalam RPJMD yaitu aspek kesejahteraan masyarakat, aspek daya saing daerah dan aspek pelayanan umum. Agar Kepala OPD penanggungjawab program kegiatan untuk komit dengan indikator penilaian yang mengalami penurunan dan tidak mencapai target. Selain itu, Pemkab Sintang disarankan untuk merevisi RPJMD jika ketentuan peraturan perundang-undangan mengalami perubahan. (red.hum)


Polres Sekadau, Kerahkan 185 Personel Dalam Pengamanan PSU

By On April 12, 2021

 


Shot14news.com Sekadau - Pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait pelaksanaan Penghitungan Suara Ulang (PSU) Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, KPU Kabupaten Sekadau dijaga ketat aparat Kepolisian.

Pengamanan PSU dilakukan Polres Sekadau bersama personel Brimob dan Samapta Polda Kalbar, TNI serta Instansi terkait sesuai pola yang telah diatur dalam pengamanan simulasi PSU sebelumnya.

Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko menjelaskan, agenda pengamanan rencana akan dilakukan selama 5 hari guna menjaga stabilitas keamanan selama pelaksanaan PSU.

"PSU diperkirakan memakan waktu selama 3 hari, namun pengamanan pasca kegiatan tetap kita lakukan untuk menjamin situasi yang kondusif," kata Kapolres Sekadau, Senin 12 April 2021.

"185 Personel dibagi setiap harinya untuk mengamankan PSU. Selain itu,  patroli dilaksanakan secara intensif pada sejumlah objek vital sebagai upaya harkamtibmas," ungkap Kapolres.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Sekadau Kompol M. Aminuddin menjelaskan bahwa pola pengamanan dibagi menjadi empat ring pada beberapa titik lokasi berlangsungnya PSU.

Pola pengamanan tersebut, jelasnya, sudah dipersiapkan sejak jauh hari meliputi ruas jalan menuju Kantor KPU Sekadau, pintu masuk, halaman dan bagian belakang Kantor KPU.

Selaku Pamatwil, Kabid Keu Polda Kalbar Kombespol Doly Heriyadi beserta Dansat Brimob Polda Kalbar Kombespol Taufik Hidayat turut hadir dalam rangka monitoring pelaksanaan PSU. (Hum/Almanso)

PEMKAB SINGANG, REMBUK STUNTING DI TAHUN 2021

By On April 12, 2021

 




Shot14news.com Sintang - Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten  Sintang, Yustinus J, dalam hal ini mewakili Bupati Sintang, menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Sintang tahun 2021, yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, pada Senin, (12/04/2021).

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting ini sangatlah penting untuk pembangunan Kabupaten Sintang kedepannya, “saya ucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir dalam kegiatan rembuk stunting, karena telah memberikan kontribusi dalam proses pembangunan daerah Sintang dalam upaya percepatan pencegahan stunting untuk mewujudkan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sintang”, kata Yustinus.

Masih kata Yustinus,bahwa Pemerintah Pusat gencar dalam hal penanganan penurunan angka stunting, “Pemerintah Pusat memiliki agenda besar yakni menurunkan angka stunting ditahun 2024 sebesar 24%, selain stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), TBC, Malaria, Demam Berdarah, HIV AIDS, Gerakan Hidup sehat harus juga diperhatikan dan dikerjakan, untuk saat ini fokus menangani dan mengendalikan Covid-19, akan tetapi agenda-agenda strategis yang berdampak besar pada masyarakat jangan sampai dilupakan”, tambah Yustinus. 

Menurut Yustinus dalam sambutan Bupati Sintang bahwa dampak masalah gizi pada usia dini tidak terbatas pada status gizi saja, “seperti pendek kegemukan dan gizi buruk tetapi lebih luas terkait dengan resiko rendahnya kecerdasan serta penderita penyakit tidak menular pada usia dewasa, sehingga kekhawatiran terhadap kualitas SDM yang diakibatkan oleh beban gizi, gizi ganda, itu diawali oleh masalah gizi pada usia dini, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak kehamilan sampai anak 2 tahun, oleh karena itu fokus perbaikan gizi kedepannya diperuntukkan pada 1000 HPK tanpa meninggalkan siklus hidup lainnya, hal ini sejalan dengan komitmen global yang menekankan pentingnya negara negara memperthatikan masalah gizi pada periode 1000 HPK tersebut”, ujarnya.

Untuk di Kabupaten Sintang, lanjut Yustinus bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengeluarkan Peraturan Bupati Sintang Nomor 12 tahun 2018 yang mengatur tentang Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi, “didalamnya itu terdapat rencana aksi multi sektor yang ingin dicapai dengan adanya perbaikan pangan dan gizi, dengan capaian terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang Cerdas, Sehat, Produktif serta berkelanjutan dan berdaya saing”, sambungnya. 




Yustinus menjelaskan ada 8 aksi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah sebagai komitmen bersama dalam melaksanakan konvergensi percepatan pencegahan stunting, “yang pertama analisis data, rencana kegiatan, rembuk stuting, Peraturan Bupati Tentang Desa, Pembinaan Kader Pembangunan Masyarakat, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi Stunting, dan yang terakhir yakni Review kerja tahunan”, jelasnya.

Terkait data, Yustinus juga memaparkan analisis data dalam aksi konvergensi hasil pemantauan status gizi di Kabupaten Sintang, “Stunting pada tahun 2016 itu berada diangka 37,6%, kemudian ditahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 44,1%, lanjut lagi pada tahun 2018 melalui Riset Kesehatan Desa (RISKESDES) mengalami penurunan menjadi 33,2%, kemudian di tahun 2019 melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) angka stunting mengalami penurunan menjadi 32,68%, dan di tahun 2020 melalui E-PPGBM juga, angka stunting berada di 30,75%, semua data ini dikumpulkan ditingkat Puskesmas yang berada pada masing-masing kecamatan”, paparnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Kegiatan Rembuk Stunting, Yuspiandi menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan rembuk stunting, “tujuan umumnya itu untuk membangun komitmen, kebijakan, dan arah strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sintang, untuk tujuan khususnya itu memberikan pemahaman dampak buruk dari stunting, menjelaskan manfaat intervensi, spesifik, dan sensitif bagi pencegahan dan penanganan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mempromosikan pembelajaran konvergensi anggaran dan kegiatna tahun 2021, dan rencana kerja 2022, memperoleh dukungan dari DPRD, OPD, Kecamatan, Desa dan Masyarakat luas dalam hal penanganan Stunting”, jelas Yuspiandi. 

Lanjut Yuspiandi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat fokus untuk menurunkan angka stunting, “Pemerintah Pusat telah menentukan 360 Kabupaten pada tahun 2021, salah satunya adalah Kabupaten Sintang yang dipilih sebagai Kabupaten Pembelajaran Konvergensi Anggaran dan Kegiatan Penurunan Stunting”, katanya. 

Yuspiandi juga melaporkan berbagai kegiatan dalam konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Sintang, “Sintang ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dengan menetapkan 10 desa sasaran, kemudian untuk di tahun 2020 sebanyak 15 desa, di tahun 2021 sebanyak 15 desa, dan untuk di tahun 2022 ada 15 Desa di Sintang, yakni Desa Nanga Mentatai, Desa Batu Ketubung, Desa Nusa Tujuh, Desa Nanga Abai, Desa Nanga Oran, Desa Tuguk, Desa Jentawang Hilir, Desa Lepung Pantak, Desa Radin Jaya, Desa Idai, Desa Nanga Bugau, Desa Kemantan, Desa Bancoh, Desa Riguk, Desa Hulu Dedai”, ucapnya.

“disamping menjadi locus penanganan stunting berdasarkan SK Menkes RI, Sintang ditetapkan menjadi salah satu locus penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi tahun 2021, “ada 9 Puskesmas yang menjadi Locus untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yakni Puskesmas Serawai, Puskesmas Tebidah, Puskesmas Sepauk, Puskesmas Tempunak, Puskesmas Pandan, Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Dedai, Puskesmas Merakai, Puskesmas Senaning”, tutup Yuspiandi. ( red.hum )

 Operasi Keselamatan Kapuas 2021, Upaya Kamseltibcarlantas dan Cegah Pandemi

By On April 12, 2021


Shot14ne4ws.com Sekadau - Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2021 berlangsung di halaman Mapolres Sekadau, diikuti gabungan Polri, TNI, Dishub, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, Pramuka dan Jasa Raharja.

Operasi Keselamatan Kapuas 2021 digelar serentak selama 14 hari dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci ramadhan 1442 H di tengah pandemi covid-19, Senin 12 April 2021.

Menyampaikan amanat Kapolda Kalbar, Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko menjelaskan tujuan operasi untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin lalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran maupun kecelakaan.

Apel gelar pasukan guna mengetahui kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung lainnya sehingga operasi berjalan optimal dan berhasil sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Operasi Keselamatan Kapuas mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di bulan ramadhan serta menghimbau masyarakat tidak mudik pada hari raya Idul Fitri dan libur panjang.

Operasi tersebut jangan dianggap sebagai agenda tahunan biasa, selalu waspada akan dinamika perkembangan masyarakat. Kepedulian lebih ditingkatkan, jangan sampai kegiatan ibadah menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19.

Selama operasi, lakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, bertindak secara tegas namun humanis terhadap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Selain itu, jalin kerja sama yang baik, sinergitas dan soliditas para pihak yang terlibat demi terciptanya kamseltibcar lantas yang kondusif selama pelaksanaan operasi. (Hum/Almanso)